Septiandi, Igo Sarli (2023) PENGARUH JUMLAH AIR SIRAMAN SISTEM IRIGASI TETES DAN KETEBALAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN-NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_20553.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (832kB)
COVER sampai INTISARI_20553.pdf
Download (505kB)
LEMBAR PENGESAHAN_20553 .pdf
Download (54kB)
BAB. I_20553.pdf
Download (213kB)
BAB. II_20553.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (356kB)
BAB. III_20553.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (344kB)
BAB. IV_20553.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (476kB)
BAB. V_20553.pdf
Download (184kB)
DAFTAR PUSTAKA_LAMPIRAN_20553.pdf
Download (590kB)
PUBLIKASI_20553.pdf
Download (102kB)
TURNITIN_20553.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan Main nursery terhadap kombinasi perlakuan penyiraman irigasi tetes dan pemberian mulsa organik (cangkang sawit). Penelitian ini dilaksanakan pada lahan Nursery milik PT Wanasari Nusantara, Sungai Jake, desa sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Penelitian ini pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode rancangan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama adalah pengaruh pemberian Mulsa cangkang sawit yang terdiri dari 3 aras yaitu; M0: tanpa mulsa, M1: Ketebalan Mulsa 1 cm dan M2 Ketebalan Mulsa 2 cm. Sedangkan faktor yang kedua adalah penyiraman dengan sistem Irigasi Tetes yang terdiri atas 3 aras yaitu ; penyiraman 500 ml/hari, penyiraman 1.000 ml/hari dan penyiraman 1.500 ml/hari. Dari data yang di hasilkan dari penelitian, data yang dianalisis dengan menggunakan hasil sidik ragam (Anova) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya interaksi antara jumlah air siraman dengan ketebalan mulsa terhadap tinggi tanaman dan panjang pelepah di pembibitan main nursery. Pemberian mulsa dengan ketebalan 2 cm dan volume siraman air sebanyak 1.500 ml adalah kombinasi terbaik dalam menghasilkan pertumbuhan kelapa sawit di main nursery. Jumlah air siraman tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pelepah dan diameter batang. Ketebalan mulsa tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pelepah dan diameter batang, pada kombinasi kontrol. Penyiraman volume air perlakuan 500 ml/ hari dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit kelapa sawit main nursery.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Additional Information: | 20553; tidak publish jurnal |
Uncontrolled Keywords: | Kelapa sawit, Main nursery, Irigasi tetes, Ketebalan Mulsa |
Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
Depositing User: | Magang Instiper |
Date Deposited: | 23 Oct 2024 07:44 |
Last Modified: | 23 Oct 2024 07:44 |
URI: | http://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/2190 |