Afiandani, Randi (2026) PENGARUH DOSIS PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI MAIN NURSERY (MN) PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_23187.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
PENGESAHAN_23187.pdf
Download (2MB)
COVER - ABSTRAK_23187.pdf
Download (527kB)
BAB 1_23187.pdf
Download (220kB)
BAB 2_23187.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (282kB)
BAB 3_23187.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (287kB)
BAB 4_23187.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (336kB)
BAB 5_23187.pdf
Download (184kB)
DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN_23187.pdf
Download (1MB)
surat originalitas karya.pdf
Download (1MB)
surat telaah publikasi.pdf
Download (2MB)
hasil cek turnitin skripsi final.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
hasil cek turnitin jurnal final.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
hasil cek AI skripsi final.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
hasil cek AI jurnal final.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
lembar pemakaian Ai + fulltext dengan comentar prompt.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Industri kelapa sawit saat ini membutuhkan bibit yang berkualitas tinggi, bibit yang berkualitas pastinya berasal dari bibit unggul, selain itu bibit yang berkualitas dapat dilihat dari ciri fisiologisnya yang mempunyai pertumbuhan yang seragam, perakaran yang kuat, dan juga mempunyai daya penyerapan unsur hara yang optimal. Kondisi tersebut dapat dicapai pada saat bibit memasuki fase Main nursery dengan cara menambahkan pupuk hayati mikoriza. pupuk hayati mikoriza mengandung jamur mikoriza arbuskula yang mampu meningkatkan penyerapan unsur hara dan air. Terlebih lagi jamur mikoriza dapat menghasilkan enzim Fosfatase yang mampu meningkatkan penyerapan unsur P pada tanaman bibit kelapa sawit. Bibit kelapa sawit yang berkualitas pada tahap main nursery akan meningkatkan produktivitas pada saat ditanam di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, bertempat di lahan penelitian KP 2 Instiper Maguwoharjo. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL). Faktor satu dosis mikoriza, terdiri dari 4 aras yaitu: 0 g (N1), 20 g (N2), 60 g (N3), dan 60 g (N3). Faktor dua jenis tanah terdiri dari 2 aras yaitu: Latosol (K1), dan Regosol (K2). Kedua faktor dikombinasikan sehingga mendapatkan 8 perlakuan, dengan 5 kali ulangan, sehingga menghasilkan 40 bibit. percobaan. Data penelitian diAnalisis menggunakan Analisis varian (ANOVA) pada jenjang 5%. Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi dan pengaruh nyata. Namun dapat diketahui bahwa dosis 60 g merupakan dosis terbaik untuk infeksi mikoriza dan jenis tanah regosol lebih baik untuk infeksi mikoriza dibanding tanah latosol.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 23187; submit di agroista |
| Uncontrolled Keywords: | Bibit kelapa sawit, main nursery, dosis mikoriza, latosol, regosol |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Randi Afiandani |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 00:56 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 00:56 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/5363 |
