Maesaroh, Eis (2026) ANALISIS PENYUSUTAN TEBAL VENEER CORE KAYU GUBAL DAN TERAS MERANTI MERAH PADA PROSES PENGERINGAN VENEER. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_23764.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
PENGESAHAN_23764.pdf
Download (48kB)
COVER - ABSTRAK_23764.pdf
Download (468kB)
BAB 1_23764.pdf
Download (200kB)
BAB 2_23764.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (283kB)
BAB 3_23764.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (504kB)
BAB 4_23764.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (339kB)
BAB 5_23764.pdf
Download (172kB)
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN_23764.pdf
Download (375kB)
Surat Originalitas Karya_23764.pdf
Download (57kB)
Surat Telaah Publikasi_ 23764.pdf
Download (71kB)
Hasil Cek Turnitin Skripsi Final_23764.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Hasil Cek Turnitin Jurnal Final_23764.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Hasil Cek AI Final ( Skripsi ).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
Hasil Cek AI Final ( Jurnal ).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (95kB)
Lembar Pemakaian AI + Fulltext dengan command promt.docx
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kayu meranti merah merupakan salah satu bahan baku yang digunakan dalam industri plywood. Dalam industri plywood, pengeringan veneer perlu dikendalikan untuk menjaga kualitas dan kestabilan dimensi produk. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas veneer adalah kadar air akhir dan penyusutan tebal selama proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar air akhir dan penyusutan tebal veneer core kayu gubal dan kayu teras meranti merah pada proses pengeringan veneer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal, yaitu bagian kayu yang terdiri atas dua taraf, yakni kayu gubal dan kayu teras, masing-masing dengan 10 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji t sampel independen. Parameter yang diamati meliputi kadar air akhir dan penyusutan tebal veneer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air akhir veneer core kayu gubal sebesar 7,58%, sedangkan veneer core kayu teras sebesar 8,41%. Hasil uji t menunjukkan bahwa kadar air akhir veneer core kayu gubal dan kayu teras tidak berbeda nyata (Sig. = 0,367; p > 0,05). Rata-rata kadar air akhir masih memenuhi standar operasional perusahaan untuk veneer core yaitu 6-12%. Rata-rata penyusutan tebal veneer core kayu gubal sebesar 10,80%, sedangkan veneer teras sebesar 4,79%. Hasil Uji t menunjukkan bahwa penyusutan tebal pada veneer core kayu gubal dan teras meranti merah berbeda nyata (Sig.=0,008; p<0,05). Dengan demikian, proses pengeringan mampu menghasilkan kadar air akhir yang relatif seragam pada kedua jenis veneer, namun menyebabkan penyusutan tebal yang lebih besar pada veneer kayu gubal dibandingkan kayu teras.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 23764; submit di wanatropika |
| Uncontrolled Keywords: | Kadar air akhir, kayu gubal, kayu teras, penyusutan tebal,veneer core |
| Subjects: | Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Depositing User: | Eis Maesaroh |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 01:58 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 01:58 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/5495 |
