Alfarisy, Muhammad (2018) PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.

Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (857kB)
Text (FULLTEXT)
Skripsi lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (844kB)
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
Lembar pengesahan.pdf

Download (361kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan frekuensi penyiraman serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Depok, Sleman, Yogyakarta pada ketinggian tempat 118 meter di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam dan faktor kedua frekuensi penyiraman. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 aras yaitu : tanah latosol, latosol + janjangan kosong = 3 : 1, latosol + solid decanter = 3 : 1, latosol + janjangan kosong + solid decanter = 2 : 1 : 1. Sedangkan faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 aras yaitu : penyiraman 1 hari sekali, penyiraman 2 hari sekali, penyiraman 3 hari sekali. Diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan masing – masing perlakuan dilakukan 4 ulangan. Jumlah plot percobaan adalah : 4x12 = 48 plot percobaan. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova) pada jenjang nyata 5%. Apabila terdapat beda nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi nyata antara perlakuan komposisi media tanam dan frekuensi penyiraman pada parameter tinggi tanaman, berat segar tajuk, berat kering tajuk pada kombinasi perlakuan tanah latosol dengan frekuensi penyiraman 1 hari sekali sedangkan pada parameter berat segar akar, dan berat kering tajuk pada kombinasi perlakuan tanah latosol dicampur janjangan kosong dengan frekuensi penyiraman 3 hari sekali. Perlakuan komposisi media tanam memberikan pengaruh yang berbeda pada parameter panjang akar. Perlakuan frekuensi penyiraman memberikan pengaruh yang berbeda pada parameter panjang akar. Frekuensi penyiraman 1 hari sekali sudah mencukupi pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 16382
Uncontrolled Keywords: komposisi media tanam, frekuensi penyiraman, bibit kelapa sawit
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Magang Instiper
Date Deposited: 06 Aug 2026 02:50
Last Modified: 06 Aug 2026 02:50
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/5653

Actions (login required)

View Item
View Item