Rubiyanto, Sandi Feri (2016) PENGARUH PEMBERIAN ZPT TERHADAP PERTUMBUHAN MUCUNA BRACTEATA D.C DENGAN BEBERAPA CARA PERBANYAKAN VEGETATIF. Skripsi thesis, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.

Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (973kB)
Text (FULLTEXT)
Skripsi Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (948kB)
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
002.pdf

Download (88kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi pengaruh pemberian ZPT terhadap pertumbuhan Mucuna bracteataD.C dengan beberapa cara perbanyakan vegetatif. Penelitian ini dilaksanakan di kebun pendidikan dan pelatihan ( KP2 ) Ungaran institut pertanian stiper Yogyakarta yang terletak di desa Merak mati Kec. Bawen Kab. Ungaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, dengan rancangan faktorial yang disusun dengan rancangan ancak lengkap ( RAL ) atau Completely randomized design ( CRD ) terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dosis zat pengatur tumbuh ( Root Up ) terdiri dari empat aras yaitu kontrol, 0,025 mg, 0,05 mg, 0,075 mg dan faktor kedua perbanyakan vegetatf terdiri dari dua aras yaitu merunduk dan cangkok.Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ( Analisis Of Variance ) Bila ada berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test ( DMRT ) pada jenjang 5%. Hasil sidik ragam menunjukkan dosis zat pengatur tumbuh dengan perbanyakan vegetatif tidak menunjukkan interaksi nyata terhadap parameter pertumbuhan Mucuna bracteata D.C yang diamati. Hal ini berarti dosis zat pengatur tumbuh dengan perbanyakan vegetatif tidak saling bekerja sama dalam mempengaruhi perumbuhan Mucuna bracteata D.C. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan perbanyakan vegetatif memberikan pengaruh nyata terhadap panjang tunas, berat segar tanaman dan berat kering tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya yang diamati. Perlakuan perbanyakan vegetatif ( cangkok ) menghasilkan panjang tunas, berat segar tanaman dan berat kering tanaman nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perbanyakan vegetatif ( merunduk ). Diduga cangkok dapat mempertahankan kelembaban dalam tanah karena dibungkus dengan serabut kelapa medianya sehingga pertumbuhanya sangat baik, sedangkan didalam merunduk tidak dapat mempertahankan kelembabanya, karna langsung dilakukan dipolybag permukaan tanah terbuka sehingga terjadi evaporasi,yaitu penguapan melalui tanah, bila suhu udara tinggi evaporasi meningkat sehingga media kering. Hasil analisi dan pembahasan dapat disimpulkan Dosis dan perbanyakan vegetatif tidak menunjukkan interaksi nyata terhadap pertumbuhan bibit Mucuna bracteata, Perlakuan Dosis 0, 0,25 mg, 0,05 mg, 0,075 mg menghasilkan pertumbuhan bibit Mucuna bracteata yang sama baiknya, Perlakuan perbanyakan vegetatif berpengaruh terhadap panjang tunas, berat segar tanaman dan berat kering tanaman, cangkok lebih baik dibandingkan dengan merunduk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 14782
Uncontrolled Keywords: Mucuna bracteataD.C., ZPT, Perbanyakan vegetatif.
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Magang Instiper
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:35
Last Modified: 12 Aug 2026 03:35
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/5932

Actions (login required)

View Item
View Item