Panjaitan, Moris Amanda (2015) PENGENDALIAN TUMBUHAN EPIFIT “FICUS SPP.” PADA KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFUS AKAR. Skripsi thesis, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.

Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (1MB)
Text (FULLTEXT)
Skripsi FIX 19 agustus.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
IMG_0017.pdf

Download (124kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan tingkat konsentrasi herbisida sistemik campuran dengan bahan aktif Isoprofilamina glifosat dan Metil metsulfuron dengan beberapa tingkat ketebalan diameter batang tanaman epifit yang menjadi pengganggu pada kelapa sawit terhadap kecepatan tingkat keracunan yang ditunjukan tanaman epifit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Harapan Sawit Lestari, Manis Mata Estate, kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalmantan Barat, Pada 7 Oktober sampai dengan 7 November 2014. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan menggunakan metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) atau Completely Randomized Designed (CRD) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat konsentrasi herbisida campuran yang terdiri dari empat aras yaitu: Herbisida dengan konsentrasi 2% (K1), herbisida dengan konsentrasi 3% (K2), dan herbisida dengan konsentrasi 4% (K3) dengan air sebagai pelarut sebnyak 500 ml. Faktor kedua yaitu ketebalan diameter tanaman epifit yang diukur dari pangkal batang epifit yang akarnya langsung dilakukan infus akar yang terdiri dari tiga aras antara lain: Tanaman epifit berdiameter 1 sampai 2 cm (D1), Tanaman epifit berdiameter 2 sampai 3 cm (D2) dan tanaman epifit berdiamter 3 sampai 4 cm (D3). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan, masing-masing kombinasi dijadikan 2 sampel dan diulang 3 kali, sehingga terdapat 54 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (analisis of varians), apabila ada beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), pada jenjang nyata 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara tingkat konsentrasi herbisida dan ketebalan mulsa jerami terhadap semua parameter pada minggu pertama. Tingkat konsentrasi herbisida campuran juga tidak memeberikan hasil yang signifikan pada tingkat keracunan tanaman epifit pada setiap pengamatan. Interaksi nyata ditunjukan pada faktor diameter batang tanaman epifit setelah minggu pertama pengamatan. Hasil terbaik pada tingkat keracunan tanaman ditunjukan pada tanaman epifit yang berdiamter paling kecil , yaitu tanaman epifift dengan diameter 1 sampai 2 cm (D1), diikuti dengan tanaman epifit berdiameter 2 sampai 3 cm (D2) dan tanaman dpifit dengan diameter 3 sampai 4 cm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 14294
Uncontrolled Keywords: Herbisida campuran, tingkat konsentrasi herbisida dan ketebalan diameter epifit
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Magang Instiper
Date Deposited: 14 Aug 2026 04:09
Last Modified: 14 Aug 2026 04:09
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6023

Actions (login required)

View Item
View Item