Gustanto, Eko (2015) PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PADA MAIN NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.

Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (1MB)
Text (FULLTEXT)
SKRIPSI EKA GUSTANTO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (767kB)
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
SCAN HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (87kB)

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati (mikoriza dan endofit) dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada main nursery. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP-2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta yang terletak di Maguwoharjo Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada ketinggian 188 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s/d Juni 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan perlakuan faktorial yang di atur dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor I adalah Pupuk Hayati dengan aras yaitu Mikoriza, Endofit, dan Kontrol. Faktor II adalah Frekuensi Penyiraman yang terdiri dari 3 aras yaitu: 2 hari sekali, 4 hari sekali dan 6 hari sekali. Diperoleh 9 kombinasi perlakuan dari dua faktor. Setiap kombinasi perlakuan diulang 5 kali, sehingga jumlah seluruh tanaman 9 x 5 = 45 bibit. Hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan pada jenjang 5 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk hayati (mikoriza dan endofit) dan frekuensi penyiraman terhadap komponen pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama kecuali pada kolonisasi jamur MVA dan cendawan endofit. Pupuk hayati (mikoriza dan endofit) menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol (tanpa pupuk hayati). Frekuensi penyiraman 2 hari sekali menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan frekuensi penyiraman 6 hari sekali. Kolonisasi jamur MVA tertinggi terjadi pada perlakuan mikoriza dengan 6 hari sekali disiram dan terendah terjadi pada endofit dengan 6 hari sekali disiram. Kolonisasi cendawan endofit tertinggi terjadi pada perlakuan endofit dengan 6 hari sekali disiram dan terendah terjadi pada kontrol dengan 2 hari sekali disiram.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 13989
Uncontrolled Keywords: Mikoriza, Endofit dan Air
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Magang Instiper
Date Deposited: 14 Aug 2026 04:13
Last Modified: 14 Aug 2026 04:13
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6025

Actions (login required)

View Item
View Item