Risma, Muhamad (2015) PENGARUH MACAM DEKOMPOSER TERHADAP KECEPATAN DEKOMPOSISI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.). Skripsi thesis, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.

Text (BAB I)
BAB I_14385.pdf

Download (176kB)
Text (FULLTEXT)
SKRIPSI_14385.pdf
Restricted to Registered users only

Download (781kB)
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
Lembar Pengesahan_14385.pdf

Download (293kB)

Abstract

Pengomposan merupakan upaya pengolahan limbah yang sekaligus memanfaatkan bahan-bahan kompos yang dapat menyuburkan tanah. Metoda ini mempunyai prinsip dasar menurunkan atau mendegradasi bahan-bahan organik secara terkontrol menjadi bahan-bahan anorganik dengan mempergunakan aktivitas mempergunakan mikroorganisma. Mikroorganisma yang berpran dalam pengolahan ini dapat berupa bakteri, jamur, khamir atau yang lainnya. Penelitian ini dilakukan di Perkebunan Sinarmas, Pt Forestalestari Dwikarya, kebun Tanjung Kembiri Estate, desa Kembiri, kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 1 April sampai tanggal 15 Mei 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekomposer yang paling efektif dalam mempercepat proses dekomposisi tandan kosong kelapa sawit. Data yang dibutuhkan adalah data skunder berupa pengukuran suhu (oC), pH, Aroma, Tekstur, Warna, berat, kandungan kadar lengas, Nilai C, N dan C/N Kompos. Data diolah menggunakan sidik ragam. Penelitian ini menggunakan bahan dasar TTKS di tamabah berbagai macam dekomposer ( LCPKS, Orgadeg dan MOL), dengan rancangan penelitian menggunakan dua faktor yaitu faktor pertama adalah Macam dekomposer yang terdiri dari tiga aras yaitu LCPKS, Orgadeg dan MOL. Faktor kedua adalah waktu dekomposisi yang terdiri dari dua aras yaitu 30 hari dan 45 hari. Untukmengetahui perbedaan antar perlakuan yang berbeda nyata diuji lebih lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang 5%. Hasil penelitian menunjukkan kriteria sifat fisik kompos terbaik ditunjukkan oleh perlakuan penambahan dekomposer LCPKS dan MOL dengan waktu dekomposisi 45 hari. Berdasarkan kandungan C, N dan C/N ratio yang terdapat pada kompos perlakuan penambahan MOL dengan waktu dekomposisi 45 hari telah mendekati standart kompos yang baik. Penggunaan dekomposer MOL dengan waktu dekomposisi 45 hari lebih baik dibandingkan dekompser LCPKS dan Orgadeg.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 14385
Uncontrolled Keywords: Pengomposan, macam dekomposer, dekomposisi
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Magang Instiper
Date Deposited: 14 Aug 2026 04:52
Last Modified: 14 Aug 2026 04:52
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6081

Actions (login required)

View Item
View Item