Mutanto, Alexander (2014) KAJIAN PENDEKATAN CARA PERHITUNGAN KEHILANGAN AIR DI KEBUN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) DENGAN RUMUS PENMAN. Skripsi thesis, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.
bab i.pdf
Download (645kB)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
halaman pengesahan.pdf
Download (690kB)
Abstract
Untuk mendapatkan produksi yang maksimal, maka budiharia kelapa sawit harus didukung oleh keadaan lingkungan yang baik.Peningkatan produksi ini pada dasarnya merupakan hasil dari interaksi langsung antara faktor internal tanaman (genetik) dengan lingkungan. Faktor lingkungan ini yang mempengaruhi tingkat produksi dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit. Evapotranspirasi merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi tingkat produksi dan pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Pada penelitian yang dilakukan di salah satu sub unit kebun Asian Agri Group yaitu di PT. Hari Sawit Jaya, yang hampir seluruh lahannya merupakan jenis lahan gambut yang kita tahun mengandung banyak bahan organik dan air, pada penelitian yang dilakukan dengan melihat pengaruh pada gawangan mati bervegetasi yang ditumbuhi oleh pakisan dan juga piringan bersih pada berbagai umur tanaman yang berada di tempat penelitian, hal-hal yang sangat berpengaruh terhadap tingkat evapotranspirasi adalah iklim mikro yang meliputi, suhu, kelembaban, kecepatan angin, serta intensitas matahari, metode yang digunakan dalam menentukan tingkat evapotranspirasi adalah metode Penman. Setelah dilakukan penelitian selama kurang lebih 3 bulan yakni dari bulan april – juli 2013 maka dapat diketahui tingkat evapotranspirasi pada tanaman dan tanah yaitu gawangan mati bervegetasi adalah 7,01 mm/hari, piringan bersih 6,48 mm/hari yang kedua perlakuan tersebut tidak terjadi perbedaan nyata, sedangkan pada tanaman menghasilkan tingkat evapotranspirasi nya 6,24 mm/hari dan tingkat evapotrasnpirasi tanaman belum menghasilkan adalah 7,25 mm/hari, dan untuk rata-rata evapotranspirasi yang telah diukur adalah 5,92 mm/hari, maka untuk mencari tingkat evapotranspirasi potensialnya adlaah 5,92 *0,8= 4,376 mm/hari, dan tingkat evapotranspirasi tersebut sama dengan hasil penentuan dari PPKS Medan yaitu 5-8 mm/hari dan juga sama dengan hasil penelitain saudara Niko Harry Prasetya adalah 4,8 mm/hari.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 13722 |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Magang Instiper |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 05:03 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 05:03 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6100 |
