Barimbing, Mario Syalomo (2026) PENGARUH INTENSITAS PENYINARAN DAN VOLUME PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NUERSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULL TEXT_20717.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
PENGESAHAN.pdf
Download (57kB)
COVER -ABSTARK.pdf
Download (572kB)
BAB 1_20717.pdf
Download (174kB)
BAB 2_20717.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
BAB 3_20717.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
BAB 4_20717.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
BAB 5_20717.pdf
Download (168kB)
DAPUS-LAMPIRAN.pdf
Download (838kB)
SURAT ORIGINALITAS KARYA.pdf
Download (843kB)
FORMULIR TELAAH PERSETUJUAN JOM.pdf
Download (101kB)
20717 TURNITIN SKRIPSI SESUDAH SEMHAS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (725kB)
20717 TURNITIN JURNAL SESUDAH SEMHAS (2).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (587kB)
20717 AI DETECTOR SKRIPSI SESUDAH SEMHAS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (322kB)
20717 AI DETECTOR JURNAL SESUDAH SEMHAS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
LEMBAR PERNYATAAN PENGGUNAAN AI (MARIO) (8).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
LEMBAR AI (UNTUK YUDISIUM)-1.docx
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Keberhasilan pembibitan kelapa sawit pada fase pre nursery sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama intensitas penyinaran dan ketersediaan air. Pengaturan kedua faktor tersebut diperlukan untuk mendukung pertumbuhan bibit yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penyinaran, volume penyiraman, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada fase pre nursery. Penelitian dilaksanakan di KP-2 INSTIPER Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah intensitas penyinaran yang terdiri atas tanpa naungan (100% cahaya matahari), naungan paranet 50%, dan naungan paranet 75%. Faktor kedua adalah volume penyiraman yang terdiri atas 50, 100, dan 150 mL/polybag/hari. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat segar dan berat kering tajuk, berat segar dan berat kering akar, kandungan klorofil, serta kondisi lingkungan mikro. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara intensitas penyinaran dan volume penyiraman terhadap seluruh parameter pertumbuhan. Intensitas penyinaran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman serta berpengaruh terhadap kondisi lingkungan mikro, sedangkan volume penyiraman tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Naungan 50% dan 75% menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman yang lebih baik dibandingkan tanpa naungan. Dengan demikian, intensitas penyinaran merupakan faktor yang lebih menentukan dibandingkan volume penyiraman dalam mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 20717 |
| Uncontrolled Keywords: | intensitas penyinaran; volume penyiraman; kelapa sawit; pre nursery; pertumbuhan bibit. |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Mario Syalomo Barimbing |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 01:48 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 01:48 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6124 |
