Suwasono, Riantri (2007) PEMASARAN KENTANG DI KABUPETEN WONOSOBO. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Lembar Pengesahan 10906.pdf
Download (186kB)
full1_merged.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pemasaran kentang di Kabupaten Wonosobo, dari sisi saluran, margin, dan fungsi-fungsi tiap lembaga pemasaran yang terlibat, disamping itu juga untuk mengetahui keuntungan pemasaran kentang pada masing-masing pelaku di setiap saluran pemasaran. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sebagai sampel Kecamatan, dipilih Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo dengan pertimbangan Kecamatan tersebut memiliki produksi kentang tertinggi di Kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel petani dipilih ditiga desa yaitu: Dieng, Kali Lembu dan Patak Banteng dengan metode snow ball dan menggunakan petani sampel sebanyak 30 orang . Sedangkan pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 20 orang. Sedangkan untuk sampel konsumen dengan jumlah sampel 10 orang. Sistem pemasaran kentang terdiri dari dua saluran pemasaran, yaitu saluran 1 dan saluran 2. Saluran 1 meliputi : Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang Besar → Konsumen, sedangkan saluran 2 meliputi : Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen. Volume pemasaran yang terjadi di dalam saluran pemasaran pendek, lebih besar dibandingkan dengan saluran pemasaran panjang. Pemasaran saluran pendek berlanjut keluar daerah, seperti Jakarta, Malang, Sragen dan sebagian ke daerah Jawa Timur, yang disebabkan oleh permintaan kentang di luar Kabupaten Wonosobo yang lebih banyak. Margin pemasaran terbesar diperoleh pada saluran pemasaran II, yaitu sebesar Rp. 1.060, sedangkan saluran pemasaran I hanya memperoleh margin sebesar Rp. 700. Hal ini terjadi karena pengaruh dari panjang pendeknya saluran pemasaran yang terjadi di Kabupaten Wonosobo. Rata-rata keuntungan yang didapat oleh saluran pemasaran 1 untuk pedagang pengumpul yaitu Rp. 280 /kg, sedangkan pedagang besar memperoleh keuntungan sebesar Rp.183 /Kg. Rata-rata keuntungan yang didapat oleh saluran pemasaran 2 untuk pedagang pengumpul sebesar Rp. 280 /Kg, pedagang besar memperoleh keuntungan sebesarRp. 53 /Kg, sedangkan pedagang pengecer mendapat keuntungan Rp. 401 /Kg. Dapat disimpulkan, keuntungan yang didapat pedagang besar saluran 1 lebih besar dari pada pedagang besar saluran 2.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 10906 |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agribisnis |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agribisnis |
| Depositing User: | Magang Instiper |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 07:25 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 07:25 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6175 |
