Pardede, August (2013) PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STUM OKULASI MATA TIDUR BIBIT KARET (HEVEA BRASILIENSIS). Skripsi thesis, Institut Pertanian STIPER Yogyakarta.

Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (1MB)
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
Halaman Pengesahan 13889.pdf

Download (300kB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos tandan kosong kelapa sawit dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan stum okulasi mata tidur bibit karet, telah dilaksanakan di Kebun Pendidikan (KP2) serta di Laboratorium Sentral Institut Pertanian STIPER Yogyakarta yang terletak di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa. Penelitian dimulai pada bulan Juni sampai september 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap atau Completely Randomized Design (CRD), yang terdiri atas dua faktor dengan enam ulangan. Faktor pertama adalah kompos tandan kosong yang terdiri atas empat aras yaitu tanah regosol + pupuk NPK sebagai kontrol (D0), Kompos TKKS 30% dari berat media (D1), Kompos TKKS 40% dari berat media (D2), Kompos TKKS 50% dari berat media (D3). Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri atas tiga aras yaitu penyiraman 1 hari 1 kali (F1), penyiraman 2 hari 1 kali (F2), dan penyiraman 3 hari 1 kali (F3).Dengan demikian diperoleh 12 perlakuan dengan 6 ulangan, sehingga jumlah tanaman yang diperlukan adalah 4 x 3 x 6 = 72 tanaman. Hasil dianalisis dengan sidik ragam (Analysis of variance) pada jenjang 5 %, apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range test) pada jenjang 5 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa antara perlakuan kompos tandan kosong dan frekuensi penyiraman tidak ada interaksi nyata pada tinggi tunas, diameter tunas, jumlah daun, berat segar tunas, berat kering tunas, berat segar akar, berat kering akar, panjang akar, kecuali pada luas daun menunjukkan adanya interaksi nyata pada kombinasi perlakuan kompos 50 % dengan frekuensi penyiraman 3 hari sekali memberikan rerata luas daun terbaik (59.62 cm), Frekuensi penyiraman tidak menunjukkan pengaruh nyata pada setiap parameter yang diamati, Perlakuan kompos tandan kosong kelapa sawit 50 % dari berat media adalah perlakuan yang paling ideal untuk pertumbuhan stum mata tidur bibit karet.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 13889
Uncontrolled Keywords: Kompos TKKS, Frekuensi Penyiraman, dan Bibit Karet
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Magang Instiper
Date Deposited: 20 Oct 2026 07:54
Last Modified: 20 Oct 2026 07:54
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6220

Actions (login required)

View Item
View Item