Kiding, Yosua Arthur (2026) PEMANTAUAN KESEHATAN POHON PINUS MERKUSII MENGGUNAKAN METODE FOREST HEALTH MONITORING DI HUTAN PINUS MANGUNAN, KABUPATEN BANTUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
BAB I_20755.pdf
Download (94kB)
BAB II_20755.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
BAB III_20755.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
BAB IV_20755.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
BAB V_20755.pdf
Download (91kB)
LEMBAR PENGESAHAN_20755.pdf
Download (311kB)
LAMPIRAN_20755.pdf
Download (2MB)
ORIGINALITAS KARYA.pdf
Download (1MB)
TELAAH DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf
Download (1MB)
20755 TURNITIN SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
20755 AI DETECTOR SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (561kB)
20755 TURNITIN JURNAL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (699kB)
AI DETECTOR JURNAL_20755.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
COVER ABSTRAK_20755.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (960kB)
LEMBAR PEMAKAIAN AI_20755.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
SKRIPSI FULLTEXT_20755.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Abstract
Hutan Pinus Mangunan memegang peranan penting baik secara ekologis maupun sebagai destinasi pariwisata unggulan, sehingga pemantauan vitalitas tegakannya perlu dilakukan secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan mengevaluasi status kesehatan tegakan Pinus merkusii secara komprehensif. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2025 di Hutan Pinus Mangunan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu metode Purposive Sampling terhadap 308 pohon di blok wisata, serta metode sampling sistematis dengan intensitas 0,87% terhadap 275 pohon 8 plot ukur di area non-wisata. Penilaian kesehatan pohon diukur menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM) standar Environmental Monitoring and Assessment Program (EMAP), yang meliputi pengamatan penyebab, lokasi, tipe, dan tingkat keparahan kerusakan, serta kondisi tajuk. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung Nilai Indeks Kerusakan (NIK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan mekanis akibat kegiatan manusia mendominasi tegakan di area wisata (45,70%), sementara pada area non-wisata didominasi oleh perlukaan fisik dengan prevalensi kejadian 91,64%. Kerusakan pada kedua blok tersebut mayoritas terpusat di bagian batang bawah masing-masing 52,02% dan 77,45% dengan tipe kerusakan berupa luka terbuka. Meskipun frekuensi perlukaan tergolong masif, kalkulasi NIK membuktikan bahwa mayoritas tegakan memiliki resiliensi yang tinggi. Terbukti, 52,27% populasi di area wisata dan 61,09% di area non-wisata terklasifikasi pada kategori Sehat NIK ≤ 5. Kesimpulannya, stabilitas dan status kesehatan Pinus merkusii di Hutan Pinus Mangunan secara umum masih sangat baik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 20755; publikasi di agroforetech |
| Uncontrolled Keywords: | Forest Health Monitoring; Pinus merkusii; NIK; kerusakan pohon; Hutan Pinus Mangunan |
| Subjects: | Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Depositing User: | Yosua Artur Kiding |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 01:28 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 01:28 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6252 |
