Marsoit, Rinaldi (2014) KERAGAAN USAHATANI TEMBAKAU DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
FULLTEXT_13134.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB 1_13134.pdf
Download (108kB)
IMG_20140316_0001.jpg
Download (1MB)
Abstract
Penelitian dengan Judul Keragaan Usahatani Tembakau ( Nicotiana Tabacum ) di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan pada 01 oktober 2013 - 01 November 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui pendapatan petani dari usahatani tanaman tembakau, untuk mengetahui kelayakan usahatani tanaman tembakau dikabupaten Gunung Kidul, dan mengetahui produktivitas tanaman tembakau.
Penelitian dilakukan dengan purposif yaitu dengan survey dan wawancara petani dan pengambilan sampel petani menggunakan metode Snowball sampling yaitu pengambilan sampel dimana responden pertama dipilih dengan metode probabilitas, dan kemudian responden selanjutnya diperoleh dari informasi yang diberikan oleh responden yang pertama, sehingga terkumpul 30 sampel petani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Nilai R/C Ratio. Sifat tembakau rakyat dapat dilihat dari pemasaran produksi yang dijual dalam bentuk kering rajangan dan basah.
Hasil penelitian menunjukkan di Kabupaten terdapat 7 varietas yaitu jenis Gober, Japlaan, Kedu, Payton, Sempah Jawa, Vike dan Virginia dan nilai R/C ratio tembakau jenis Gober sebesar 1,561, Japlaan sebesar 1,008, Kedu sebesar 0,97, Payton sebesar 1,048, Sempah jawa sebesar 0,888, Vike sebesar 1,831, dan Virginia sebesar 1,523.-
Keuntungan usahatani tembakau Japlaan sebesar Rp 9316,667 per Usahatani, dan Rp 44.365,079 per Hektar, Keuntungan usahatani tembakau payton sebesar Rp. 52.250 per usahatani, dan 175.630 per hektar, Keuntungan usahatani tembakau Vike sebesar Rp 743.562,5 per usahatani, dan Rp 2.270.420 per hektar, Keuntungan usahatani tembakau Virginia sebesar Rp 769.700 per usahatani, dan 2.014.921,466 per hektar, Sempah Jawa Rp - 32.600 per usahatani, dan Rp - 446.575 per hektar, Keuntungan usahatani tembakau Kedu sebesar Rp. - 38.642,8571 per usahatani, dan Rp -100.185 per hektar. Rendahnya penerimaan pada tanaman tembakau jenis Kedu dan Sempah Jawa disebabkan oleh kondisi cuaca pada saat penelitian tidak mendukung karena curah hujan yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keragaan tembakau-Pendapatan-R/C Ratio-Kelayakan-Produktivitas. |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agribisnis |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agribisnis |
| Depositing User: | Magang Instiper |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 08:20 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 08:20 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6270 |
