Heipon, Abraham Siors (2013) USAHA MEMACU PERTUMBUHAN BUNGA TANAMAN KAKAO DENGAN BEBERAPA MACAM KONSENTRASI SERUM DARAH HEWAN DI KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNG KIDUL. Skripsi thesis, Instiper (Institut Pertanian STIPER ) Yogyakarta.
FULLTEXT_13318.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB 1_13318.pdf
Download (94kB)
LEMBAR PENGESAHAN_13318.pdf
Download (38kB)
Abstract
Kakao mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia sejak tahun 1970an. Selain ditanam secara swadaya oleh masyarakat, kakao juga ditanam oleh perkebunan-perkebunan besar baik negara maupun swasta. Sebagai contoh, perkebunan besar negara yang menanam Kakao adalah : PTP IV, PTP VI, PTP IX, PTP XI, PTP XIII, PTP XVIII, PTP XXIII, PTP XXVI. Perkebunan besar negara yang menanam edel cocoa (Kakao mulia) hanya beberapa saja yaitu PTP XVIII, PTP XXIII, PTP XVI dan PTP XXIX. Hibrida kedua macam varietas Kakao tersebut dibudidayakan di wilayah PTP XI. Kakao rakyat dilain pihak, paling luas terdapat di kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Perkebunan swasta yang juga ikut membudidayakan Kakao antara lain PT Hasfarm (Kaltim) dan PT Pagilaran (Jateng) (Roesmanto, 1991).
Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu 2 bulan mulai dari bulang Mei sampai dengan Bulan Juli 2012. Desa nyelegi Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Jogjakarta. Metode penelitian mengunakan metode faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) atau ( Completely randomized design (CRD). Faktor I. Letak bunga (c) terdiri dari 3 aras yaitu C1. Batang utama C2. Cabang primer C3.cabang sekunderFaktor II. Konsentrasi Serum darah hewan (sapi) K0 = 0 % ( control )K1= 10%K2= 15 %K3= 20 %Dari kedua faktor tersebut dengan demikian jumlah kombinasi perlakuan 3x4 = 12, masing-masing kombinasi perlakuan, diulang 3 kali, dan masing-masing perlakuan terdiri dari 2 tanaman sehingga tanaman kakao. Untuk penelitian 3x4x3x2 =70 tanaman. untuk mengetahui perlakuan yang berbeda nyata dilakukan analisis mengunakan Duncan Multiple Range Test ( DMRT).
Dari analisis (tabel 1) menujukan bahwa pada pengamatan minggu pertama di setiap konsentrasi serum darah hewan tidak berpengaruh nyata, terhadap pertumbuhan jumlah bunga tanaman kakao, pada minggu ke. 2 menujukan bahwa konsentrasi serum darah hewan 10%,15% dan 20%, tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah bunga kakao dan pada minggu ke.3 konsentrasi serum darah hewan berpengaruh tidak nyata, terhadap pertumbuhan jumlah bunga tanaman kakao. Sedangkan pada pengamatan minggu Ke. 4, menujukan bahwa konsentrasi 10%, 15%, 20% menujukan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan jumlah bunga kakao.
Pada pengamatan minggu ke 5, konsentrasi 10%,15% dan 20% serum darah hewan tidak berengaruh nyata, terhadap pertumbuhan jumlah bunga. dan pada minggu ke.6 pemberian konsentrasi serum darah hewan berpengaruh tidak nyata, terhadap pertumbuhan jumlah bunga kakao, sedangkan pada minggu 7, konsentrasi 10%, 15% dan 20% berbeda nyata terhadapa pertumbuhan jumlah bunga serta minggu ke. 8 Aplikasi konsentrasi serum darah hewan 10%, 15% dan 20% pada tanaman kakao tidak berpengaruh nyata, terhadap pertumbuhan jumlah bunga kakao. Kesimpulan sebagai berikut: Konsentrasi serum darah hewan memberikan pengaruh nyata, terhadap pertumbuhan jumlah bunga tanaman kakao Penyemprotan pada letak tumbuh bunga pada tanaman kakao berpengaruh nyata pada cabang primer tanaman kakao. Terjadi interaksi antara konsentrasi serum darah hewan dengan letak tumbuh bunga pada penemprotan minnggu ke VIII.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Magang Instiper |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 06:16 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 06:16 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6376 |
