Efrizal, Efrizal (2026) MONITORING KESEHATAN TANAMAN CEMARA LAUT (Casuarina equsetifolia L.) UMUR 5 TAHUN DI AREA PANTAI PASIR PUNCU DESA KEBURUHAN, KECAMATAN NGOMBOL, KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAH. Skripsi thesis, INSTIPER.
SKRIPSI FULLTEXT_20916.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB)
COVER-INTISARI_20916.pdf
Download (773kB)
BAB I_20916.pdf
Download (214kB)
BAB II_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (264kB)
BAB III_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
BAB IV_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V_20916.pdf
Download (149kB)
DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN_20916.pdf
Download (3MB)
FORMULIR TELAAH_20916.pdf
Download (406kB)
PERNYATAAN ORIGINALITAS_20916.pdf
Download (314kB)
TURNITIN SKRIPSI_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TURNITIN JOM INSTIPER_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
LEMBAR PEMAKAIAN AI_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
CEK AI SKRIPSI_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (103kB)
CEK AI JURNAL_20916.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
Abstract
Ekosistem hutan pantai memiliki peranan penting dalam konservasi dan perlindungan wilayah pesisir, salah satunya melalui keberadaan cemara laut (Casuarina equisetifolia L.) yang berfungsi sebagai penahan angin, pengendali abrasi, serta mitigasi bencana pesisir. Penelitian ini dilakukan di Hutan Pantai Pasir Puncu, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui status kesehatan pohon cemara laut menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM) sedangkan untuk metode pengambilan sampel dilakukan dengan sensus 100%. Penilaian kerusakan pohon dilakukan berdasarkan tiga kriteria, yaitu lokasi kerusakan, tipe kerusakan, dan tingkat keparahan dengan standar Environmental Monitoring and Assessment Program (EMAP). Tanaman cemara laut yang ditanam di pantai Pasir Puncu sebanyak 1500 tanaman. Total tanaman tersebut terbagi menjadi 3 yakni tanaman yang hidup sebanyak 1013 tanaman (67,53%), 110 tanaman dalam keadaan sakit (52 tanaman terkena penyakit dan 58 tanaman tumbuh dengan persaingan tanaman).Tanaman yang mati sebanyak 487 (437 tanaman tidak ditemukan dan 50 tanaman dalam keadaan mati, dengan demikian dapat diasumsikan bahwa 437 tanaman tersebut telah mati.Pertumbuhan cemara laut memiliki rata-rata tinggi 3,84 m, rata-rata TBC 0,73 m, rata-rata diameter 8,04 cm, dan rata-rata diameter tajuk 3,17 m. Status kesehatan tanaman cemara laut yakni sebanyak 1013 tanaman dalam keadaan hidup yang terbagi menjadi 903 tanaman dalam keadaan sehat, 110 tanaman dalam keadaan sakit, tipe kerusakan paling banyak yakni kanker, dan gangguan biotik antara lain gangguan akibat parasit total (tali putri), gangguan dari tanaman liana (rambusa), persaingan dengan tumbuhan lain (rumput lari-lari dan pandan laut).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 20916; publikasi di agroforetech |
| Uncontrolled Keywords: | Monitoring, Cemara Laut, Pantai Pasir Puncu |
| Subjects: | Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Depositing User: | Efrizal Efrizal |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:36 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:36 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6633 |
