Kurniawan, Danu (2026) PENGARUH PENGGUNAAN ZEBA DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT(Elaeis guineansis jacq) DI PRE NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Surat Originalitas Karya_23136.pdf
Download (54kB)
SKRIPSI FULLTEXT_23136.pdf
Restricted to Registered users only
Download (563kB)
COVER SAMPAI ABSTRAK_23136.pdf
Download (349kB)
Bab 1_23136.pdf
Download (249kB)
Bab 2_23136.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (253kB)
Bab 3_23136.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
Bab 4_23136.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
Bab 5_23136.pdf
Download (185kB)
Formulir Telaah dan Persetujuan Publikasi Artikel_23136.pdf
Download (240kB)
hasil cek turnitin skripsi final_23136.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (973kB)
hasil cek Ai final skripsi_23136.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
hasil cek turnitin jurnal final_23136.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (678kB)
hasil cek Ai final jurnal_23136.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (103kB)
Lembar pemakaian Ai + fulltext dengan comentar prompt_23136.pdf
Download (4MB)
form ai zeba_fix acc_23136.docx
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis zeba dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian ini dilaksanakan di kebun pendidikan dan penelitian (KP2) Desa Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada bulan April sampai Juli 2026. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL). Faktor l adalah dosis zeba yang terdiri dari 4 aras yaitu 0g(sebagai kontrol hanya diberi tanah regosol), 5g, 10g dan 15g, Faktor ll adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari 4 aras yaitu 2 hari 1 kali, 1 hari 1 kali, 2 hari 1 kali dan 3 hari 1 kali. Dari perlakuan tersebut diperoleh 4 x 4 = 16 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan tersebut diulang 3x sehingga terdapat 16x3 = 48 tanaman. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada jenjang nyata 5%. Perlakuan yang berbeda nyata diuji lanjut dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan dosis 10 g terbaik pada parameter jumlah daun, diameter batang, berat segar akar, berat segar tajuk, berat kering akar dan berat kering tajuk. Pada frekuensi penyiraman. Frekuensi penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 23136; publikasi di agroforetech |
| Uncontrolled Keywords: | Zeba, frekuensi penyiraman, tanah regosol |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Danu Kurniawan |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:47 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:47 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6636 |
