Mencuccini, Andreas (2026) KAJIAN PRODUKTIVITAS LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN TUMPANGSARI TANAMAN CABAI. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
FULL TEXT_23386.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
LEMBAR PENGESAHAN_23386.pdf
Download (529kB)
COVER-ABSTRAK_23386.pdf
Download (313kB)
BAB I_23386.pdf
Download (227kB)
BAB II_23386.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (291kB)
BAB III_23386.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
BAB IV_23386.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (368kB)
BAB V_23386.pdf
Download (175kB)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
SURAT ORIGINALITAS KARYA_23386.pdf
Download (56kB)
SURAT TELAAH PUBLIKASI_23386.pdf
Download (3MB)
CEK TURNITIN SKRIPSI_23386.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
CEK TURNITIN JURNAL_23386.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (773kB)
CEK AI SKRIPSI_23386.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
CEK AI JURNAL_23386.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (106kB)
LEMBAR AI_23386.docx
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui produktivitas lahan kelapa sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) melalui pemanfaatan lahan dengan sistem tumpangsari tanaman cabai. Penelitian ini juga membandingkan sistem tumpangsari dengan monokultur berdasarkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit, pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, efisiensi pemanfaatan lahan, serta pendapatan yang diperoleh petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Nanga Pemubuh, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan. Data diperoleh melalui kegiatan wawancara, pengamatan langsung, pengukuran di lapangan, dan dokumentasi terhadap satu orang petani yang mengusahakan cabai sebagai tanaman sela pada kebun kelapa sawit TBM. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif, uji t, perhitungan produktivitas, Land Equivalent Ratio (LER), dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada beberapa aspek pertumbuhan kelapa sawit antara sistem tumpangsari dan monokultur. Tanaman kelapa sawit pada sistem monokultur memiliki tinggi tanaman dan panjang pelepah yang lebih tinggi, sedangkan sistem tumpangsari menunjukkan diameter batang dan jumlah pelepah baru yang lebih tinggi. Pertumbuhan tanaman cabai pada sistem monokultur juga lebih baik dibandingkan dengan sistem tumpangsari, yang diikuti oleh produktivitas sebesar 17,5 ton/ha pada monokultur dan 12,5 ton/ha pada tumpangsari. Sistem tumpangsari tanaman kelapa sawit (TBM) dengan tanaman cabai pada lahan kelapa sawit TBM tetap memberikan manfaat karena dapat memanfaatkan ruang lahan yang belum menghasilkan serta memberikan tambahan pendapatan bagi petani sebesar Rp17.500.000 per musim tanam untuk membantu memenuhi biaya pemeliharaan kelapa sawit sebelum memasuki fase menghasilkan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 23386; submit di agroista |
| Uncontrolled Keywords: | Kelapa Sawit TBM, Cabai, Tumpangsari, Produktivitas Lahan, Land Equivalent Ratio |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Andreas Mencuccini |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 04:45 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 04:45 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6678 |
