Nainggolan, Iraywina Estomihi (2026) PENGARUH JENIS BIOHERBISIDA TERHADAP HASIL PENGENDALIAN GULMA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Falcataria moluccana). Tesis thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
TTD HALAMAN PENGESAHAN 23914.pdf
Download (61kB)
BAB 1 23914.pdf
Download (193kB)
BAB 2 23914.pdf
Download (524kB)
BAB 3 23914.pdf
Download (262kB)
BAB 4 23914.pdf
Download (208kB)
BAB 5 23914.pdf
Download (158kB)
DAPUS-LAMPIRAN 23914.pdf
Download (1MB)
SURAT TELAAH 23914 .pdf
Download (72kB)
CEK TURNITIN SKRIPSI 23914.pdf
Download (1MB)
ORIGINALITAS KARYA, PERNYATAAN TDK PLAGIAT 23914.pdf
Download (52kB)
NEW SKRIPSI FULL 23914.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
COVER-ABSTRAK 23914.pdf
Download (371kB)
CEK TURNITIN JURNAL 23914.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (744kB)
CEK AI SKRIPSI 23914.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (310kB)
CEK AI JURNAL 23914.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (157kB)
NEW LEMBAR PEMAKAIAN AI 23914.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pengendalian gulma. dapat dilakukan dengan menggunakan bioherbisida yang mengandung senyawa. flavonoid. dan tanin. Jenis. tanaman yang memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin antara lain adalah mimba. (Azadirachta indica), lamtoro (Leucaena leucocephala), dan pinus (Pinus merkusii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bioherbisida dan formula larutan terhadap. hasil pengendalian. gulma. Faktor perlakuan penelitian berupa jenis bioherbisida yang berasal dari daun mimba (A.indica), lamtoro (L.leucocephala), dan pinus (P.merkusii) dengan formula larutan. 0% (kontrol), 20% dan. 30%. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. dan 3 kali. ulangan. Parameter yang diamati berupa kandungan tanin dan flavonoid masing-masing jenis bioherbisida, waktu. mulai kematian. gulma, dan mortalitas gulma. Data dianalisis menggunakan analisis varians, apabila hasil analisis varians menunjukkan perbedaan nyata maka dilakukan. uji lanjut dengan. uji.LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa pada ekstrak mimba (A.indica), sebesar 0,1148% untuk tanin dan 0,0544% untuk flavonoid; ekstrak lamtoro (L.leucocephala), sebesar 0,1973% untuk tanin dan 0,1405% untuk flavonoid; serta ekstrak pinus (P.merkusii), sebesar 0,0366% untuk tanin dan 0,0094% untuk flavonoid. Jenis bioherbisida berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas gulma dengan persentase mortalitas gulma tertinggi pada jenis bioherbisida ekstrak daun mimba (A.indica), sebesar 95,40%. Rata-rata waktu mulai kematian gulma setelah aplikasi berbagai jenis bioherbisida dan formula larutan. adalah pada hari ke-6. Formula larutan bioherbisida berpengaruh sangat nyata terhadap persentase mortalitas gulma, sedangkan jenis bioherbisida dan interaksi antara jenis bioherbisida dengan formula larutan tidak berpengaruh nyata. Formula larutan 30% menghasilkan persentase mortalitas gulma tertinggi yaitu sebesar 96,80%.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | 23914; publikasi di agroforetech |
| Subjects: | Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Depositing User: | Iraywina Estomihi Nainggolan |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:14 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:14 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6724 |
