Situmorang, Tomy (2026) PENGARUH KOMBINASI PUPUK TSP DAN BLOTONG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT MAIN NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_23383.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
23383_HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (52kB)
COVER SD ABSTRAK_23383.pdf
Download (431kB)
23383_BAB 1.pdf
Download (225kB)
23383_BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (321kB)
23383 _BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (269kB)
23383_BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (369kB)
23383_BAB 5.pdf
Download (194kB)
23383_DAFTAR PUTAKA sd LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
23383_SURAT ORIGINALITAS KARYA.pdf
Download (51kB)
23383_TELAAH PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf
Download (97kB)
23383_CEK TURNITIN SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
23383_CEK TURNITIN JURNAL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (709kB)
23383_CEK AI SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (335kB)
23383_ CEK AI JURNAL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
23383_LEMBAR PEMAKAIAN AI.docx
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase main nursery sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, khususnya fosfor, sehingga diperlukan pemupukan yang tepat dan efisien untuk mendukung pertumbuhan bibit. Penggunaan pupuk TSP sebagai sumber fosfor dan blotong sebagai bahan organik berpotensi meningkatkan ketersediaan hara sekaligus memperbaiki sifat media tanam, sehingga dapat menjadi alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan pada pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk Triple Super Phosphate (TSP) dan blotong terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada fase main nursery. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP-2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk TSP yang terdiri atas 0, 5, 10, dan 15 g/polibag, sedangkan faktor kedua adalah dosis blotong yang terdiri atas 0, 300, 600, dan 900 g/polibag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, pH tanah, luas daun, volume akar, panjang akar, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar akar, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara dosis pupuk TSP dan dosis blotong terhadap seluruh parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit yang diamati. Pemberian pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, dengan dosis 10 g/polibag menghasilkan jumlah daun tertinggi. Sementara itu, pemberian blotong berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, pH tanah, dan panjang akar. Dosis blotong 300 g/polibag memberikan hasil terbaik pada jumlah daun dan panjang akar. Pada parameter lainnya, seperti tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, volume akar, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar akar, dan berat kering akar, baik TSP maupun blotong tidak menunjukkan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan pupuk TSP dosis 10 g/polibag dan blotong dosis 300 g/polibag direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase main nursery
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 23383; publikasi di agroforetech |
| Uncontrolled Keywords: | kelapa sawit, main nursery, pupuk TSP, blotong, jumlah daun, panjang akar |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Tomy Situmorang |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 08:52 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 08:52 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6735 |
