Kumara, Rajendra Atas Sahashika (2026) ADAPTASI BURUNG WALET (AERODRAMUS FUCIPHAGUS) TERHADAP HABITAT BUATAN DI PERMUKIMAN DESA MULYASARI DAN SINDANGSARI, KECAMATAN MAJENANG, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.

Text (Cover - Abstrak)
SKRIPSI FULLTEXT_23590.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15MB)
Text
COVER - ABSTRAK_23590.pdf

Download (2MB)
Text (Lembar Pengesahan)
PENGESAHAN_23590.pdf

Download (54kB)
Text (Bab I)
BAB 1_23590.pdf

Download (1MB)
Text (Bab II)
BAB 2_23590.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Text (Bab III)
BAB 3_23590.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Text (Bab IV)
BAB 4_23590.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Text (Bab V)
BAB 5_23590.pdf

Download (519kB)
Text (Daftar Pusataka - Lampiran)
DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN_23590.pdf

Download (2MB)
Text (Form Telaah dan Persetujuan Publikasi)
FORM TELAAH_23590.pdf

Download (474kB)
Text (Hasil Cek Turnitin)
23590 - CEK TURNITIN SKRIPSI SESUDAH SEMHAS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Text (SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT)
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT_23590.pdf

Download (254kB)
Text (Turnitin Jurnal_23590)
23590 - CEK TURNITIN JURNAL SESUDAH SEMHAS (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (702kB)
Text (AI SKRIPSI_23590)
23590 - CEK AI SKRIPSI SESUDAH SEMHAS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (429kB)
Text (AI JURNAL_23590)
23590 - CEK AI JURNAL SESUDAH SEMHAS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (151kB)
Text (LEMBAR PEMAKAIAN AI)
LEMBAR AI RAJENDRA_23590.docx
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Walet (Aerodramus fuciphagus) adalah burung pemakan serangga yang dapat memanfaatkan struktur buatan sebagai habitat pengganti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi adaptasi walet ke habitat buatan di daerah pemukiman dan meneliti hubungan antara faktor lingkungan dan keberadaan walet. Penelitian dilakukan selama tiga hari pada Mei 2026 di dua rumah walet yang terletak di Desa Mulyasari dan Sindangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pengamatan dilakukan secara langsung dengan cara mencatat keberadaan walet, sarang, suhu udara, kelembaban, intensitas cahaya, dan tinggi sarang. Data lingkungan dianalisis secara deskriptif, dengan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat buatan burung walet di Desa Sindangsari dan Desa Mulyasari memiliki kondisi lingkungan yang relatif serupa. Suhu udara berkisar antara 27,80-30,58°C, kelembaban 75,20-88,80%, dan intensitas cahaya 0 lux. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kedua rumah walet telah menciptakan lingkungan yang menyerupai habitat alami, dengan suhu relatif stabil, kelembaban tinggi, dan pencahayaan rendah. Meskipun kondisi lingkungan kedua lokasi hampir sama, rata-rata kehadiran burung walet di Desa Mulyasari lebih tinggi dibandingkan Desa Sindangsari. Hal ini menunjukkan bahwa iklim mikro bukan satu-satunya faktor yang menentukan adaptasi burung walet. Kondisi bangunan, jumlah sarang, keamanan lingkungan, dan ketersediaan pakan diduga turut memengaruhi tingkat kehadiran burung walet. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,633, yang berarti bahwa 63,3% variasi adaptasi burung walet dapat dijelaskan oleh suhu, kelembaban, dan jumlah sarang, sedangkan 36,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap adaptasi burung walet berdasarkan uji F dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Namun, hasil uji parsial menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban tidak berpengaruh signifikan terhadap adaptasi burung walet, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,855 dan 0,721. Hal ini diduga karena kondisi suhu dan kelembaban di kedua lokasi relatif stabil dan masih berada dalam kisaran yang sesuai bagi kehidupan burung walet. Sebaliknya, jumlah sarang berpengaruh positif dan signifikan terhadap adaptasi burung walet dengan nilai signifikansi 0,001. Semakin banyak jumlah sarang, semakin tinggi tingkat kehadiran dan adaptasi burung walet. Keberadaan sarang menunjukkan bahwa bangunan telah dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat dan berkembang biak, sehingga jumlah sarang menjadi indikator keberhasilan adaptasi terhadap habitat buatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 23590; publikasi di JOM
Uncontrolled Keywords: habitat buatan; Aerodramus fuciphagus; adaptasi; alam; kelembaban; sarang walet.
Subjects: Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan
Divisions: INSTIPER > Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan
Depositing User: Rajendra Atas Sahashika Caesar Kumara
Date Deposited: 28 Sep 2026 03:15
Last Modified: 28 Sep 2026 03:15
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6757

Actions (login required)

View Item
View Item