Putra, Durrunnafis Matridi (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN MUTU TANDAN BUAH SEGAR ASAL PERKEBUNAN RAKYAT SELAMA DALAM RANTAI PASOK MULAI PANEN SAMPAI PABRIK. Tesis thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Fulltext_231452MMP.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Halaman Pengesahan_231452MMP.pdf
Download (432kB)
Cover-Intisari_231452MMP.pdf
Download (564kB)
BAB I_231452MMP.pdf
Download (24kB)
BAB II_231452MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB) | Request a copy
BAB III_231452MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (84kB) | Request a copy
BAB IV_231452MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (687kB) | Request a copy
BAB V_231452MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB) | Request a copy
Dafpus-Lampiran_231452MMP.pdf
Download (536kB)
Turnitin_Fulltext_231452MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Surat Pernyataan Tidak Plagiat_231452MMP.pdf
Download (744kB)
2. TELAAH PERSETUJUAN PUBLIKASI ARTIKEL_Durrunnafis.pdf
Download (101kB)
Abstract
Penurunan mutu Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan rakyat dalam rantai pasok dari panen hingga pabrik merupakan tantangan utama dalam industri kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan mutu TBS, menguji hubungan antar faktor, serta memberikan rekomendasi strategis dalam meningkatkan kualitas TBS dari perkebunan rakyat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada petani dan pelaku rantai pasok TBS. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta evaluasi inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang berpengaruh terhadap mutu TBS, yaitu perencanaan panen, proses pemanenan, pengumpulan TBS ke Tempat Pengumpulan Hasil (TPH), dan distribusi ke pabrik.
Dari keempat faktor tersebut, distribusi dan pemanenan memiliki pengaruh paling dominan terhadap penurunan mutu TBS. Keterlambatan dalam pengangkutan akibat buruknya infrastruktur serta praktik panen yang tidak sesuai standar meningkatkan kadar asam lemak bebas (ALB), yang berkontribusi pada penurunan kualitas minyak sawit mentah (CPO).
Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan pelatihan bagi petani, optimalisasi manajemen rantai pasok, perbaikan infrastruktur jalan dan transportasi, serta penerapan teknologi dalam sistem panen dan distribusi. Dengan implementasi strategi ini, diharapkan mutu TBS dari perkebunan rakyat dapat meningkat, sehingga memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia di pasar global.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | 231452MMP; Publish di Jurnal INSTIPER ( Agrifitia ) |
| Uncontrolled Keywords: | Mutu Tandan Buah Segar (TBS), Perkebunan Rakyat, Kelapa Sawit, Manajemen Mutu, Rantai Pasok |
| Subjects: | Program Studi Pascasarjana > Magister Manajemen Perkebunan |
| Divisions: | INSTIPER > Program Studi Pascasarjana > Magister Manajemen Perkebunan |
| Depositing User: | Durrunnafis Matridi Putra |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 08:28 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 08:28 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/3364 |
