Oktavia, Arinda Dyah (2022) POTENSI PERTANIAN HORTIKULTURA DI KOTA BANJARBARU. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.

Text (BAB I)
BAB I_20303.pdf

Download (148kB)
Text (BAB II)
BAB II_20303.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (165kB)
Text (BAB III)
BAB III_20303.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (160kB)
Text (BAB IV)
BAB IV_20303.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (235kB)
Text (BAB V)
BAB V_20303.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (155kB)
Text (BAB VI)
BAB VI_20303.pdf

Download (30kB)
Text (COVER DAN INTISARI)
COVER s.d INTISARI_20303.pdf

Download (314kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
DAFTAR PUSTAKA s.d LAMPIRAN_20303.pdf

Download (136kB)
Text (HALAMAN PENGESAHAN)
HALAMAN PENGESAHAN_20303.pdf

Download (55kB)
Text (HASIL CEK PLAGIASI)
HASIL CEK PLAGIASI JURNAL (Turnitin)_20303.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Text (JURNAL)
JURNAL_20303.pdf

Download (310kB)
Text (PUBLIKASI)
PUBLIKASI_20303.pdf

Download (74kB)
Text (SKRIPSI FULLTEXT)
SKRIPSI FULLTEXT_20303.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (883kB)
Text (SURAT HAK KEPENULISAN)
SURAT HAK KEPENULISAN (AUTHORSHIP)_20303.pdf

Download (350kB)
Text (SURAT KETERANGAN PUBLIKASI)
SURAT KETERANGAN PUBLIKASI_20303.pdf

Download (57kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pertanian hortikultura di Kota Banjarbaru, untuk mengetahui kendala dalam pengembangan pertanian di Kota Banjarbaru, dan untuk mengetahui komoditas sayuran apasaja yang menjadi komoditas basis dan non basis di Kota Banjarbaru. Metode dasar penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode purposive sampling. Model analisis data yang digunakan adalah analisis Trend, analisis Location Quotient (LQ), dan analisis Forecasting dengan metode Simple Moving Average (SMA). Hasil penelitian adalah Potensi
sector pertanian di Kota Banjarbaru adalah Subsektor Hortikultura dengan komoditas sayuran; Berdasarkan hasil analisis Location Quotient (LQ) terdapat 8 jenis sayuran yang termasuk sayuran basis yaitu bawang daun, bayam, buncis, kacang panjang, kangkung, ketimun, petsai/sawi, dan terong. Terdapat 5 jenis sayuran yang termasuk sayuran non basis yaitu bawang merah, cabai besar, cabai rawit, jamur, dan tomat. Kendala dalam pengembangan pertanian di Kota Banjarbaru yaitu mengenai alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, kondisi produk pertanian yang rentan terkontaminasi, serta sarana dan prasarana.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 20303; AGRIFITIA
Uncontrolled Keywords: Potensi Pertanian Hortikultura, Location Quotient (LQ)
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agribisnis
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agribisnis
Depositing User: Hanna Fuja Damayanti
Date Deposited: 09 Oct 2025 06:45
Last Modified: 09 Oct 2025 06:45
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4106

Actions (login required)

View Item
View Item