Saputra, Ricky Setiawan (2022) ANALISIS VEGETASI PENYUSUN KOMUNITAS HUTAN DI PLUNYON KALIKUNING RESORT CANGKRINGAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_18245.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
COVER INTISARI_18245.pdf
Download (485kB)
LEMBAR PENGESAHAN_18245.pdf
Download (267kB)
BAB I_18245.pdf
Download (189kB)
BAB II_18245.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
BAB III_18245.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (268kB)
BAB IV_18245.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (347kB)
BAB V_18245.pdf
Download (183kB)
DAFTAR PUSTAKA_18245.pdf
Download (659kB)
PERNYATAAN PUBLIKASI_18245.pdf
Download (383kB)
KETERANGAN PUBLIKASI_18245.pdf
Download (306kB)
HAK KEPENULISAN_18245.pdf
Download (2MB)
HASIL CEK TURNITIN_18245.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
JURNAL_18245.pdf
Download (316kB)
Abstract
Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) adalah kawasan pelestarian alam karena memiliki ekosistem asli. Kawasan tersebut merupakan perpaduan ekosistem gunung berapi dengan hutan dataran tinggi, serta pegunungan. Kawasan ini dikelola dengan sistem zonasi. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya, pariwisata dan rekreasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis spesies dan mengetahui nilai indeks nilai penting. Metode yang digunakan adalah systematic sampling yang dilakukan dengan membuat petak ukur sebanyak 25 plot untuk setiap tingkatan, dan memiliki 4 tingkatan yaitu pohon menggunakan plot berukuran 20m x 20m, tiang menggunakan plot berukuran 10m x 10m, sapihan menggunakan plot berukuran 5mx5m dan semai menggunakan plot berukuran 2m x 2m. Susunan vegetasi yang terdapat di Plunyon Kalikuning Resort Cangkringan Taman Nasional Gunung Merapi meliputi 29 pohon, 203 tiang, 214 sapihan dan 89 semai dan 8 jenis spesies yaitu Akasia dekuren (Acacia decurens), Anggrung (Trema orientalis BI), Sengon (Paraserianthes falcataria), Puspa (Schima wallichii), Dadap duri (Erythrina fusca), Jambu biji (Psidium guajava), Ketapang (Terminalia catappa) dan Gondang (Ficus variegata Blume). Indeks nilai penting tertinggi terdapat pada jenis spesies Akasia dekuren (Acacia decurens) dengan nilai
sebesar 120,36%, sedangkan nilai terendah terdapat pada jenis spesies Sengon (Paraserianthes falcataria) yaitu 67,35%. Pada tingkat tiang indeks nilai penting tertinggi terdapat pada jenis spesies Akasia dekuren (Acacia decurens) yaitu sebesar 159,64% dan nilai terendah terdapat pada jenis spesies Puspa (Schima wallichii) 140,36%. Sedangkan untuk tingkat sapihan indeks nilai penting tertinggi terdapat pada jenis spesies Puspa (Schima wallichii) dengan nilai 184,17%, sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada jenis spesies Jambu biji (Psidium guajava) yaitu 8,75%. yang terakhir tingkat semai nilai tertinggi terdapat pada jenis spesies Dadap duri (Erythrina fusca) dengan nilai sebesar 68,42%, sedangkan nilai
terendah terdapat pada 2 jenis spesies yaitu Ketapang (Terminalia catappa) dan Gondang (Ficus variegata Blume) dengan nilai 6,60%.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 18245; Tidak Publish |
| Uncontrolled Keywords: | Jenis, INP |
| Subjects: | Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Depositing User: | Devita Rachma Santi |
| Date Deposited: | 09 Oct 2025 07:33 |
| Last Modified: | 09 Oct 2025 07:33 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4117 |
