Gumellar, Bhimo (2022) POTENSI DAN PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI DESA TERONG, KAPANEWON DLINGO KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULL TEXT_18645.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
COVER Sampai INTISARI_18645.pdf
Download (1MB)
Scan Lembar Pengesahan_18645.pdf
Download (629kB)
BAB I_18645.pdf
Download (203kB)
BAB II_18645.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (379kB)
BAB III_18645.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
BAB IV_18645.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (500kB)
BAB V_18645.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (500kB)
BAB VI_18645.pdf
Download (188kB)
DAFTAR PUSTAKA Sampai LAMPIRAN_18645.pdf
Download (1MB)
Scan Surat Pernyataan Publikasi (Bermaterai)_18645.pdf
Download (924kB)
Scan Surat Keterangan Publikasi_18645.pdf
Download (735kB)
Scan Surat Hak Kepenulisan (Authorsip)_18645.pdf
Download (1MB)
Hasil Cek Plagiasi Jurnal (Turnitin)_18645.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Jurnal Online Mahasiswa (JOM)_18645.pdf
Download (394kB)
Abstract
Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh diatas tanah yang dibebani hak milik maupun hak lainnya dengan ketentuan luas minimum 0,25 Ha, penutupan tajuk tanaman kayu-kayuan dan tanaman lainnya lebih dari 50%. Berbagai jenis tanaman yang dijumpai pada hutan rakyat menjadi pilihan bagi para petani disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginannya. Pola pengelolaan dan potensi hutan rakyat perlu diketahui sebagai masukan bagi petani agar dapat lebih mengembangkan hutan rakyatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang berada di hutan rakyat Dusun Pancuran Kapanewon Dlingo, mengetahui potensi jenis tanaman penghasil kayu, Multi Purpose Tree Species (MPTS) serta tanaman pangan dan pola pengelolaan yang dilakukan. Sampel diambil secara purposif sampling. Pada Dusun Pancuran dipilih petani yang memiliki lahan kurang dari atau sama dengan 0,5 Ha . Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengukuran pohon palah lahan dan wawancara pada 45 sampel petani. Pengukuran dilakukan pada tinggi dan diameter pohon penghasil kayu, sedangkan MPTS dan penghasil lain-lain dicatat jumlah dan jenisnya. Wawancara mengenai pola pengelolaan tegakan yang meliputi penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pemanfaatan kayu. Hasil penelitian menunjukkan potensi kayu mempunyai kondisi heterogen dengan volume/ha jati sebesar 42,97 m3/ha, sengon 28,10 m3/ha, mahoni 55,28 m3/ha, sonokeling sebesar 33,27 m3/ha, akasia 19,75 m3/ha, dan gmelina sebesar 14,48 m3/ha. Pengelolaan hutan rakyat terdiri dari kegiatan perencanaan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan yang dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kondisi lahan dan jenis tanaman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 18645; JURNAL WANA TROPIKA |
| Subjects: | Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Kehutanan > Program Studi Kehutanan |
| Depositing User: | Devita Rachma Santi |
| Date Deposited: | 10 Oct 2025 02:14 |
| Last Modified: | 10 Oct 2025 02:14 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4135 |
