Saputra, Randi Eka (2022) PENGARUH PEMBERIAN JENIS MULSA DAN PUPUK ABU JANGKOS KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PRE NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian (INSTIPER) Yogyakarta.
LEMBAR PENGESAHAN 19842.pdf
Download (821kB)
JURNAL_19842. PENGARUH PEMBERIAN JENIS MULSA DAN PUPUK ABU JANGKOS KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT.pdf
Download (174kB)
HASIL CEK PLAGIASI JURNAL (19842).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
SURAT HAK KEPENULISAN (AUTHOSHIP).pdf
Download (2MB)
PUBLIKASI JURNAL.pdf
Download (295kB)
SURAT PUBLIKASI JURNAL.pdf
Download (108kB)
SKRIPSI DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN_19842.pdf
Download (299kB)
SKRIPSI BAB V_19842.pdf
Download (175kB)
SKRIPSI BAB IV_19842.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (520kB)
SKRIPSI BAB III_19842.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
SKRIPSI BAB II_19842.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (307kB)
SKRIPSI BAB I_19842.pdf
Download (188kB)
SKRIPSI COVER DAN ABSTRAK_19842.pdf
Download (337kB)
SKRIPSI FULLTEXT_19842.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Abu jangkos kelapa sawit (AJKS) merupakan pupuk yang di tambahkan ke media tanam guna menambah unsur hara yang di perlukan pertumbuhan tanaman. Pemberian Jenis mulsa organik dapat menjaga kelembaban tanah yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Sehingga penambahan dosis abu jangkos (AJKS) dan jenis mulsa organik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit. Dosis abu jangkos 0 g, 20 g, 25 g dan 30 g, dengan pemberian mulsa cangkang kelapa sawit, mulsa daun kelapa sawit, mulsa sekam padi. Pemberian mulsa dilakukan saat umur tanaman 3 minggu diberikan pada bibit kelapa sawit pre-nursery dan untuk pemberian dosis abu jangkos kelapa sawit dilakukan saat menyiapkan media tanam dan di campur merata dalam media tanam sesuai dosis yang ditentukan. setiap 2 minggu sekali setelah bibit berumur 1 bulan. Pada perlakuan abu jangkos kelapa sawit (AJKS) dengan dosis 30 g pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun bibit kelapa sawit yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain setelah 4 bulan pengamatan. Pemberian jenis mulsa organik menunjukan mulsa cangkang kelapa sawit , mulsa daun kelapa sawit dan mulsa sekam padi menunjukan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan luas daun dibandingkan dengan tanpa pemberian mulsa (kontrol).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 19842;Agroista |
| Uncontrolled Keywords: | pembibitan, abu jangkos kelapa sawit , macam mulsa organik |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Anisa Amalia Asma |
| Date Deposited: | 10 Oct 2025 02:16 |
| Last Modified: | 10 Oct 2025 02:16 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4136 |
