Sinaga, Daniel Rgt (2022) DETEKSI PIRIT DAN TINGGI MUKA AIR TANAH DI LAHAN RAWA DADAHUP KABUPATEN KAPUAS, KALIMANTAN TENGAH. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
BAB I_19111.pdf
Download (192kB)
BAB II_19111.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
BAB III_19111.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
BAB V_19111.pdf
Download (262kB)
BAB IV_19111.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
cover SD intisari_19111.pdf
Download (872kB)
Daftar pustaka SD lampiran_19111.pdf
Download (237kB)
JOM_19111.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Lembar pengesahan_19111 .pdf
Download (463kB)
Skripsi fulltext_19111.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
surat keterangan publikasi_19111.pdf
Download (483kB)
surat pernyataan_19111.pdf
Download (618kB)
turnity_19111.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Sebagian besar lahan sulfat masam, khusus nya Kawasan tropika seperti Indonesia, berada di wilayah rawa pasang surut. Karena pengaruh dari sungai maupun laut. Lahan sulfat masam adalah lahan yang terdapat lapisan pirit. Lapisan pirit yang ada di dalam tanah harus tetap dijaga agar tidak teroksidasi, karena lapisan pirit teoksidasi akan menyebabkan PH tanah rendah atau masam ( PH 2 - 3). Untuk menjaga agar lapisan pirit tidak teroksidasi dilakukan dengan mengusahakan agar lapisan pirit selalu dalam kondisi anaerob dan tergenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kedalaman pirit, mengukur tinggi muka air di lahan serta menentukan tinggi muka air agar lapisan pirit tidak teroksidasi serta menentukan alat ukur tinggi muka air yang dapat digunkan oleh petani. Pengukuran tinggi muka air dilakukan dengan memasang Piezometer di beberapa blok dan diamati selama 25 hari. Pengukuran kedalam pirit dilakukan dengan mengambil sampel tanah dari lapisan kedalaman 0 -20 cm, 20 -40 cm, 40 - 60 cm, 60 - 80 cm dan 80 - 100 cm, kemudian masing masing sampel tanah ditetesi larutan Hidrogen Peroksida ( H2O2 ). Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran kedalaman pirit di DIR Dadahup bervariasi antara 10 - 70 cm. Tinggi muka air tanah harus dijaga kuran dari 10 cm dari permukaan tanah agar lapisan pirit tidak teroksidasi. Penggunaan Piezometer dari pralon berlubang dapat diaplikasikan oleh petani untuk memantau tinggi muka air tanah di lahan. Hasil pengukuran kedalaman muka air tanah di DIR
Dadahup menunjukkan elevasi muka air terendah di saluran berada di bawah elevasi lahan pertanian antara - 20 cm sampai 15 cm.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 19111; Jurnal BETA UDAYANA |
| Uncontrolled Keywords: | Tinggi muka air, Piezometer, Pirit, Sulfat masam, lahan rawa |
| Subjects: | Fakultas Teknologi Pertanian > Program Studi Teknik Pertanian |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Teknologi Pertanian > Program Studi Teknik Pertanian |
| Depositing User: | Hanna Fuja Damayanti |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 07:02 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 07:02 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4166 |
