Saragih, Hendrik Frans Edo (2022) PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
JOM_20352.pdf
Download (276kB)
Cek Turnitin_20352.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
AUTORSHIP_20352.pdf
Download (700kB)
Surat Keterangan Status Publikasi_20352.pdf
Download (125kB)
Pernyataan Bermaterai_20352.pdf
Download (148kB)
Daftar pustaka sd Lampiran.pdf
Download (258kB)
LEMBAR PENGESAHAN_20352.pdf
Download (513kB)
COVER s.d. INTISARI_20352.pdf
Download (432kB)
Bab 5_20352.pdf
Download (63kB)
Bab 4_20352.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (266kB)
Bab 3_20352.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
Bab 2_20352.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
Bab 1_20352.pdf
Download (134kB)
FULLTEXT_20352.pdf
Restricted to Registered users only
Download (717kB)
Abstract
Curah hujan yang mencukupi dari segi jumlah dan penyebarannya akan menyebabkan tanaman kelapa sawit mampu berproduksi secara optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketercukupan kebutuhan air untuk kelapa sawit yang meliputi tipe iklim,curah hujan, defisit air dan mengetahui pengaruh curah hujan terhadap produktivitas kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di perkebunan Sinarmas, PSM Sumut, PT. Tapian Nadenggan. Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data produksi tahun 2011-2020 yang berasal dari perusahaan dan data curah hujan 2011-2020 dari BMKG stasiun UPT Aek Godang Sumatera Utara .Berdasarkan data curah hujan dan jumlah hari hujan dianalisis tipe iklim berdasarkan Schmidt Ferguson,tren curah hujan di kebun kelapa sawit, dan dianalisis defisit air berdasarkan metode Tailliez. Kemudian dilanjutkan analisis korelasi dan regresi dengan lag 0 , lag 1, lag 2 tahun terhadap produksi selama 10 tahun . Tipe iklim di kebun Paya Baung Estate adalah tipe iklim B (Basah) . Curah hujan rerata dalam 10 tahun sebesar 2144 mm/tahun dengan curah hujan terendah terjadi ditahun 2016 sebesar 1239 mm. Defisit air terjadi pada tahun 2011 sebesar 241 mm, 2012 sebesar 76 mm, 2014 sebesar 69 mm, 2016 sebesar 333 mm dan 2018 sebesar 78 mm. Produksi terendah pada tahun 2017 sebesar 4.139,375 ton/tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan tidak berpangaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit. Hubungan curah hujan terhadap produksi terbesar terjadi pada lag 1 tahun dengan nilai R2 sebesar 38,1 % menunjukan bahwa curah hujan berpengaruh sebesar 38,1 % terhadap produksi sedangkan 61,9% lainnya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Penurunan curah hujan pada tahun 2016 menyebabkan defisit air sebesar 333 mm dan menyebabkan penurunan produksi tahun 2017 sebesar 18,6%
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 20352;JURNAL AGROMAST |
| Uncontrolled Keywords: | curah hujan, produksi, kelapa sawit, defisit air |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Hanna Fuja Damayanti |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 07:24 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 07:24 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4417 |
