Ridwan, Muhammad (2022) PENGARUH HERBISIDA ISOPROPIL AMINA GLIFOSAT DENGAN PENAMBAHAN POLIOKSIELETILENA ALKIL ETER TERHADAP TINGKAT KERACUNAN GULMA Brachiaria mutica DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. Skripsi thesis, Institut Pertanian (INSTIPER) Yogyakarta.
Cover-Intisari_20375.pdf
Download (376kB)
Skripsi Fulltext_20375.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB II_20375.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
BAB I_20375.pdf
Download (57kB)
Halaman Pengesahan_20375.pdf
Download (566kB)
Surat Pernyataan Publikasi_20375.pdf
Download (176kB)
Ringkasan_20375.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (581kB)
JOM_20375.pdf
Download (2MB)
JOM.TURNITIN_20375.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
surat keterangan publikasi_20375.pdf
Download (208kB)
Hak Kepenulisan(Authorship)_20375.pdf
Download (743kB)
Daftar pustaka-Lampiran_20375.pdf
Download (466kB)
BAB V_20375.pdf
Download (33kB)
BAB IV_20375.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB III_20375.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (187kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara kandungan herbisida glifosat dengan kandungan surfactant polioksiletilene alkil eter A-134 dan pengaruhnya mengendalikan gulma Brachiaria mutica di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret –Mei 2022 di PT. Bumipalma Lestaripersada, perkebunan Bumi palma yang terletak di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang terdiri dari 2 faktor, disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan setiap perlakuan memililiki 5 ulangan . faktor pertama adalah kandungan herbisida glifosat, yang terdiri dari tiga aras, yaitu 1,89 g/liter air, 2,37 g/liter air, 2,85 g/liter air. Faktor kedua adalah kandungan surfactant polioksiletilene alkil eter A 134, yang terdiri atas tiga aras, yaitu 0 g/L , 0,27 g/L , dan 0,54 g/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata pada kandungan glifosat dengan penambahan kandungan surfactant polioksiletilene alkil eter A 134 mulai dari 1-8 minggu setelah aplikasi .Peningkatan kandungan herbisida glifosat juga diikuti dengan meningkatnya tingkat keracunan gulma B.mutica serta peningkatan herbisida glifosat mempengaruhi waktu pengendalian maksimal pada gulma. Penggunaan herbisida pada kandungan glifosat 2.85 g/L merupakan yang paling besar dan cepat tingkat kematiannya dalam membunuh gulma, namun herbisida glifosat dengan kandungan 1,89 g/L dinilai sudah efektif dan efisien dalam membunuh gulma B.mutica.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 20375; Agroista |
| Uncontrolled Keywords: | Herbisida, Glifosat, Surfactant, polioksiletilene alkil eter A-134 , Gulma, Brachiaria mutica. |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Anisa Amalia Asma |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 01:44 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 01:44 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4429 |
