Yarmalis, Yoga (2021) PENGARUH PEMBABATAN TERHADAP EFEKTIFITAS PENYEMPROTAN GULMA TAHUNAN DI KEBUN KELAPA SAWIT. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
FULLTEXT_18028.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
COVER SD INTISARI_18208.pdf
Download (902kB)
HALAMAN PENGESAHAN_18208.pdf
Download (444kB)
BAB I_18208.pdf
Download (119kB)
BAB II_18208.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB)
BAB III_18208.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
BAB IV_18208.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (284kB)
BAB V_18028.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (291kB)
BAB VI_18028.pdf
Download (182kB)
DAFTAR PUSTAKA SD LAMPIRAN_18028.pdf
Download (553kB)
PERSETUJUAN PUBLIKASI_18208.pdf
Download (59kB)
STATUS PUBLIKASI_18208.pdf
Download (44kB)
HAK KEPENULISAN_18208.pdf
Download (316kB)
Turnitin_18208.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
JOM_18208.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (583kB)
BEBAS PUSTAKA_18208.pdf
Download (74kB)
SURAT TANDA TERIMA_18208.pdf
Download (57kB)
Abstract
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembabatan sebelum aplikasi herbisida glifosat (sistemik) dan parakquat (kontak) terhadap tingkat kematian gulma tahunan di perkebunan kelapa sawit ini telah dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit rakyat yang berada di Provinsi Riau pada bulan Agustus sampai dengan September 2020. Penelitian ini merupakan rancangan percobaan faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu pembabatan (B) yang terdiri atas dua macam yaitu : (B0) tanpa pembabatan dan (B2) dibabat. Faktor kedua adalah jenis herbisida yang terdiri dari 2 macam, yaitu (H1) Paraquat dan (H2) Glifisat. Dari kedua faktor masing-masing perlakuan di sebanyak 3 ulangan, jumlah petak perlakuan 12 petak. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (Analisis of variance) pada jenjang nyata 5%. Bila ada beda nyata diuji lanjut dengan uji Duncan atau DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pembabatan pada gulma sebelum aplikasi herbisida berpengaruh sama pada tingkat keracunan gulma pada hari ke 6-20 setelah aplikasi herbisida. Herbisida parakuat menghasilkan kematian total lebih cepat akan tetapi gulma tumbuh kembali pada hari ke 12 dan 16 setelah aplikasi herbisida paraquat. Herbisida glifosat menmebrikan tingkat keracuna gulma yang lambat, dan menghasilkan kematian total gulma pada hari ke 24 setelah aplikasi hebisida, akan tetapi gulma tidak tumbuh kembali. Tingkat kematian gulma pada hari ke 22 dan 24 setelah aplikasi herbsida glifosat baik dibabat maupun tidak dibabat terlebih dahulu lebih baik dibandingkan dengan herbisida paraquat dengan dibabat maupun tidak dibabat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 18208; Tidak Publish |
| Uncontrolled Keywords: | pembabatan, jenis herbisida dan tingkat keracunan gulma kelapa sawit |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Devita Rachma Santi |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 08:22 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 08:22 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4570 |
