Arif, Muhammad (2021) PENGARUH KETEBALAN MULSA DAN VOLUME PENYIRAMAN TERHADAP PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_19091.pdf
Restricted to Registered users only
Download (789kB)
COVER SD ABSTRAK_19091.pdf
Download (409kB)
HALAMAN PENGESAHAN_19091.pdf
Download (46kB)
BAB I_19091.pdf
Download (97kB)
BAB II_19091.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
BAB III_19091.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (188kB)
BAB IV_19091.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
BAB V_19091.pdf
Download (89kB)
DAFTAR PUSTAKA SD LAMPIRAN_19091.pdf
Download (293kB)
SURAT PERSETUJUAN PUBLIKASI_19091.pdf
Download (60kB)
SURAT KETERANGAN PUBLIKASI JURNAL_19091.pdf
Download (43kB)
HAK KEPENULISAN_19091.pdf
Download (209kB)
TURNITIN_19091.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
JURNAL ONLINE MAHASISWA_19091.pdf
Download (145kB)
BEBAS PUSTAKA_19091.pdf
Download (59kB)
SURAT TANDA TERIMA_19091.pdf
Download (57kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh interaksi antara ketebalan mulsa dan volume penyiraman terhadap pembibitan kelapa sawit di pre nursery. Mengetahui pengaruh ketebalan mulsa terhadap pembibitan kelapa sawit di pre nursery. Mengetahui pengaruh volume penyiraman terhadap pembibitan kelapa sawit di pre nursery. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari sampai April 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (Split plot design) yang disusun dengan rancangan acak kelompok (RCBD) terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Ketebalan mulsa sebagai main plot yang terdiri dari 3 aras yaitu: Tanpa mulsa, mulsa dengan ketebalan 3 cm, mulsa dengan ketebalan 5 cm. Sedangkan faktor kedua adalah volume penyiraman yang terdiri dari 3 aras yaitu: Volume penyiraman 100 ml, volume penyiraman 200 ml, volume penyiraman 300 ml. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova) pada jenjang nyata 5%. Apabila terdapat berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT pada jenjang nyata 5%. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar tajuk, berat kering tajuk, panjang akar, berat segar akar, berat kering akar, jumlah akar, berat segar gulma, berat kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kombinasi antara ketebalan mulsa dengan volume penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Ketebalan mulsa memberi pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery tetapi memberi pengaruh pada pertumbuhan gulma. Ketebalan mulsa 3 cm dan 5 cm dapat menekan pertumbuhan gulma. Volume penyiraman memberi pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Volume penyiraman 100 ml/bibit lebih efisien daripada volume penyiraman 200 ml dan 300 ml.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 19091; AGROMAST |
| Uncontrolled Keywords: | Kelapa sawit, Pre nursery, Ketebalan mulsa, Volume penyiraman |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Devita Rachma Santi |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 06:42 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 06:42 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4643 |
