Singgih, Yodia Hafidz (2021) PENGARUH KONSENTRASI HERBISIDA METIL METSULFURON DAN JUMLAH TUSUKAN KAYU YANG TELAH DIRENDAM DALAM HERBISIDA UNTUK MENGENDALIKAN GULMA PISANG DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. Skripsi thesis, Institut Pertanian (INSTIPER) Yogyakarta.
SURAT TANDA TERIMA_19503.pdf
Download (57kB)
BEBAS PUSTAKA_19503.pdf
Download (59kB)
TURNITIN_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
JOM_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (702kB)
HAK KEPENULISAN(AUTHORSHIP)_19503.pdf
Download (1MB)
SURAT KETERANGAN STATUS PUBLIKASI_19503.pdf
Download (305kB)
HAL PERNYATAAN PERSETUJUAN_19503.pdf
Download (397kB)
BAB V_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (486kB)
BAB IV_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (567kB)
BAB III_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (589kB)
BAB II_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (611kB)
BAB I_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (613kB)
LEMBAR PENGESAHAN_19503.pdf
Download (1MB)
COVER s.d INTISARI_19503.pdf
Download (2MB)
FULLTEXT_19503.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penilitian ini dengan maksud dan tujuannya agar pengendalian gulma pisang tercapai dengan Pengendalian menggunakan bahan kimia sistemik Metil Metsulfuron dan jumlah tusukan atau disebut Implant. Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Sinarmas. Kecamatan telaga antang, Kabupaten Kotawaringin timur, Kalimantan Tengah. PT. Buana Adhitama, Perkebunan Bukit Dua Estate, Divisi IV, Blok D-23. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Konsentrasi Metil Metsulfuron yang terdiri dari 3 aras yaitu 3 gram/l00cc (K1), 5 gram/ l00cc (K2), 7 gram/ l00cc (K3). Faktor kedua adalah Jumlah tusukan yang terdiri dari 3 aras yaitu, 1 tusukan (T1), 3 tusukan (T2), dan 5 tusukan (T3). Dari kedua faktor tersebut diperoleh sebanyak 9 kombinasi perlakuan dan masing–masing kombinasi perlakuan dilakukan 4 ulangan dan setiap ulangan menggunakan 1 tumbuhan sampel, sehingga jumlah tumbuhan yang diperlukan untuk percobaan adalah : 9 x 4 x 1 = 36 pohon. Tingkat keracunan gulma pisang menunjukkan hasil yang memuaskan gemirlang dikarenakan pada pengamatan ini untuk semua konsentrasi diatas > 3 gram pohon sampel yang digunakan sebagai pohon aplikasi mengalami kematian total dengan tunas yang tidak tumbuh lagi, namun untuk gulma yang teraplikasi konsentrasi < 3 gram belum mencapai kematian total namun sudah mencapai titik pohon itu tumbang dan menumbuhkan tunas, dan penelitian lanjutan saya pohon yang teraplikasi < 3 gram akan mengalami kematian diminggu berikutnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 19503; Tidak Publish |
| Uncontrolled Keywords: | Gulma Pisang, Metil MetsulfuronI, Implant/Suntik |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Anisa Amalia Asma |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 03:29 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 03:29 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4664 |
