Andiwan, Hafidz Dwi Aulia (2025) EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DOSIS SUSPENSI BIANG NPV (Nucleopolyhedrovirus) DALAM MENGENDALIKAN LARVA HAMA ULAT PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT Setothosea asigna. Tesis thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_22685.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
LEMBAR PENGESAHAN_22685.pdf
Download (58kB)
BAB 1_22685.pdf
Download (167kB)
BAB 2_22685.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (215kB)
BAB 3_22685.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (396kB)
BAB 4_22685.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (239kB)
BAB 5_22685.pdf
Download (173kB)
DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN_22685.pdf
Download (1MB)
Formulir Telaah dan Persetujuan Publikasi Artikel_22685.pdf
Download (233kB)
Turnitin_22685.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
COVER SAMPAI INTISARI_22685.pdf
Download (524kB)
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT_22685.pdf
Download (57kB)
22685_jurnal setelah semhas.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (774kB)
Abstract
Budidaya kelapa Budidaya kelapa sawit sering terjadi kendala seperti serangan hama pemakan daun kelapa sawit yang menyebabkan kehilangan daun (defoliasi) sehingga dapat menurunkan produksi hingga 70%, salah satu spesies hama pemakan daun kelapa sawit yaitu Setothosea asigna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai dosis suspensi biang Nucleopolyhedrovirus (NPV) sebagai pengendali hayati hama ulat api (Setothosea asigna) pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq). Penelitian dilakukan di kebun kelapa sawit Ketapang, Kalimantan Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu kontrol dan tujuh taraf dosis NPV, yaitu D0 (Kontrol), D1(50cc), D2(100cc), D3(150cc), D4(200cc), D5(250cc), D6(300cc), D7(350cc) /dua pasar pikul (0,923ha). Pengamatan dilakukan pada 3 HSA dan 7 HSA terhadap jumlah ulat sehat, ulat terinfeksi, dan ulat mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis NPV dapat menurunkan jumlah ulat sehat serta meningkatkan jumlah ulat terinfeksi dan mati secara nyata. Pada perlakuan D6 (300 cc) dan D7 (350 cc) memberikan hasil paling tinggi dengan tingkat mortalitas mencapai 68,93% pada 7 HSA. Dapat disimpulkan bahwa seluruh dosis perlakuan efektif dalam menekan jumlah S. asigna dan terbukti efektif digunakan sebagai bioinsektisida. Hal ini ditunjukkan pada pengamatan 3 HSA, di mana jumlah ulat sehat mengalami penurunan, hal ini menandakan adanya perubahan populasi akibat aplikasi NPV. Selanjutnya, pada 7 HSA, penurunan jumlah ulat sehat semakin nyata. Jika sebelum aplikasi tercatat lebih dari 10 ulat per pelepah yang menunjukkan kondisi di atas ambang ekonomi maka setelah aplikasi NPV populasi ulat sehat turun menjadi kurang dari 10 ulat per pelepah sehingga tingkat serangan berada di bawah ambang ekonomi. Dari hasil penelitian ini biang NPV sangat disarankan sebagai bioinsektisida karena efektif dan ramah lingkungan untuk pengendalian hama ulat api S. asigna pada kebun kelapa sawit.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | 22685; submit di Agroista |
| Uncontrolled Keywords: | Kelapa sawit, Nucleopolyhedrovirus (NPV), ulat api, bioinsektisida, mortalitas |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Hafidz Dwi Aulia Andiwan |
| Date Deposited: | 09 Dec 2025 07:10 |
| Last Modified: | 09 Dec 2025 07:10 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4777 |
