Tangkas, Ramanda Patan Jali Aryo (2026) PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK KASCING SEBAGAI BAHAN ORGANIK DAN VOLUME PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN Elaeis guineensis Jacq. DI PEMBIBITAN PRE NURSERY. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
BAB II_20985.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (137kB)
BAB I_20985.pdf
Download (128kB)
Surat Pernyataan Tidak Plagiat_20985.pdf
Download (239kB)
BAB III_20985.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (133kB)
Formulir telaah dan persetujuan_20985.pdf
Download (57kB)
BAB V_20985.pdf
Download (118kB)
BAB IV_20985.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (325kB)
COVER sd ABSTRAK_20985.pdf
Download (385kB)
DAFTAR PUSTAKA sd LAMPIRAN_20985.pdf
Download (1MB)
Halaman pengesahan_20985.pdf
Download (1MB)
FULL TEXT_20985.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
20985 - jurnal setelah semhas (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (595kB)
20985 - skripsi setelah semhas (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan penting yang memerlukan teknik pembibitan yang tepat agar menghasilkan bibit yang sehat dan produktif. Salah satu upaya peningkatan pertumbuhan bibit adalah melalui penggunaan pupuk organik seperti kascing serta pengaturan volume penyiraman yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian dosis pupuk kascing sebagai bahan organik dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di tahap pembibitan pre nursery. Adapun penelitian yang telah dilaksanakan merupakan dua komponen dikombinasikan dalam suatu percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yaitu penggunaan kascing (K) dengan dosis yang berbeda yang terdiri dari 4 aras tanpa kascing, kascing (100 gram), kascing (200 gram), kascing (300 gram). Faktor yang kedua yaitu dengan melakukan penyiraman (P) dengan volume yang berbeda diberi 100 ml/polybag/hari, 150 ml/polybag/hari, 200 ml/polybag/hari. Rancangan percobaan tersebut menghasilkan 12 kombinasi perlakuan yang berasal dari interaksi 4 taraf dan 3 taraf perlakuan, dengan setiap kombinasi diulang sebanyak lima kali. Parameter pengamatan dalam penelitian ini mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, diameter batang, panjang akar, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering akar, serta volume akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam pada taraf kepercayaan 5%, dan apabila menunjukkan adanya pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji pembeda menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Penelitian memperlihatkan bahwa pemberian dosis kascing 100 g dengan volume penyiraman 200 ml memberikan pengaruh terbaik serta terdapat interaksi nyata terhadap diameter batang bibit kelapa sawit di pre nursery. Dosis kascing 200 gram per polibag dapat meningkatkan berat basah akar bibit kelapa sawit di pre nursery. Volume penyiraman 150 ml mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, sedangkan pemberian air sebanyak 100 ml telah cukup untuk meningkatkan berat kering akar bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 20985; publikasi jurnal di agroforetech |
| Uncontrolled Keywords: | Pupuk kascing, volume penyiraman,bibit kelapa sawit, pre nursery. |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Ramanda Patan Jali Aryo Tangkas |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 07:15 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 07:15 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4832 |
