Santoso, Kholik (2026) RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY TERHADAP PEMBERIAN DOLOMIT DAN SOLID PADA TANAH MASAM. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.

Text (SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT)
PERNYATAAN ORIGINALITAS KARYA_22433.pdf

Download (62kB)
Text (Fulltext)
SKRIPSI FULLTAXT_22433.pdf
Restricted to Registered users only

Download (923kB)
Text (Cover - Abstrak)
COVER - ABSTRAK_22433.pdf

Download (458kB)
Text (Lembar Pengesahan)
PENGESAHAN_22433.pdf

Download (1MB)
Text (Bab I)
BAB 1_22433.pdf

Download (12kB)
Text (Bab II)
BAB 2_22433.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (139kB)
Text (Bab III)
BAB 3_22433.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (132kB)
Text (Bab IV)
BAB 4_22433.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (171kB)
Text (Bab V)
BAB 5_22433.pdf

Download (121kB)
Text (Daftar Pustaka-Lampiran)
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN_22433.pdf

Download (484kB)
Text (Form Telaah dan Persetujuan Publikasi)
FORM TELAAH DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI_22433.pdf

Download (1MB)
Text (Hasil Cek Turnitin Skripsi)
HASIL CEK TURNITIN SKRIPSI_22433.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (692kB)
Text (Hasil Cek Turnitin Naskah Publikasi)
HASIL CEK TURNITIN NASKAH PUBLIKASI_22433.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (664kB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dolomit dan solid serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery pada media tanah latosol masam. Tanah latosol dikenal memiliki kandungan hara makro rendah akibat pencucian dan fiksasi fosfor oleh unsur mikro logam seperti aluminium dan besi, sehingga pemupukan fosfor pada tanah ini kurang efektif. Pada tanah latosol masam dengan pH tanah antara 4- 5, dibutuhkan pemupukan yang mengandung magnesium dan kalsium. Pemberian dolomit sebagai upaya untuk meningkatkan pH tanah juga menurunkan kelarutan unsur mikro logam dan aluminium sehingga kelarutan unsur hara makro termasuk fosfor di dalam tanah meningkat dan lebih tersedia bagi tanaman. Limbah solid sebagai bahan organik menjadi sumber unsur hara dan bahan pembenah tanah latosol yang memperbaiki aerasi tanah yang mendukung kelancaran respirasi akar sehingga pertumbuhan bibit lebih baik. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) di Dusun Sempu, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada ketinggian tempat 118 mdpl, pada bulan September bulan Desember 2025 dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, yaitu dosis pupuk dolomit (20, 25 dan 30g/polybag) dan dosis limbah solid (0, 20, 25, 33 dan 50% volume), dengan 3 ulangan, diperoleh 3 x 5 = 15 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga tanaman yang dibutuhkan 15 x 3 = 45 tanaman. Tanah yang digunakan adalah tanah latosol yang diperoleh dari daerah Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, DIY dengan kedalaman 20 cm. Hasil penelitian diuji menggunakan sidik ragam ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan volume pupuk limbah solid dan dosis dolomit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery, pemberian pupuk limbah solid volume 20% - 50% memberikan pengaruh yang sama dan lebih tinggi dibandingkan tanpa aplikasi pupuk limbah solid yang diberi pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery, pemberian dolomit dosis 20, 25, dan 30g berpengaruh sama terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 22433; publikasi di agroforetech
Uncontrolled Keywords: Pupuk Dolomit, Limbah Solid, Tanah Latosol, Main Nursery
Subjects: Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Divisions: INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Kholik Santoso
Date Deposited: 11 Feb 2026 06:34
Last Modified: 11 Feb 2026 06:34
URI: https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4840

Actions (login required)

View Item
View Item