Irvandi, Frans (2026) LOSSES DALAM RANTAI PASOK DI PERKEBUNAN RAKYAT. Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_23975.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
COVER-INTISARI_23975.pdf
Download (673kB)
PENGESAHAN_23975.pdf
Download (60kB)
BAB 1_23975.pdf
Download (183kB)
BAB 2_23975.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
BAB 3_23975.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
BAB 4_23975.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (406kB)
BAB 5_23975.pdf
Download (167kB)
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN_23975.pdf
Download (917kB)
SURAT ORIGINALITAS KARYA_23975.pdf
Download (625kB)
SURAT TELAAH PUBLIKASI_23975.pdf
Download (1MB)
HASIL CEK TURNITIN SKRIPSI FINAL_23975.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
HASIL CEK TURNITIN JURNAL FINAL_23975.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (966kB)
HASIL CEK AI SKRIPSI FINAL_23975.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
HASIL CEK AI JURNAL FINAL_23975.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
Lembar pemakaian AI + fulltext dengan comentar prompt-FRANS IRVANDI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besaran losses yang terjadi dalam rantai pasok perkebunan kelapa sawit rakyat, mulai dari tingkat petani hingga pengepul, serta menganalisis dampak ekonominya. Penelitian dilaksanakan di perkebunan
rakyat Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada bulan Mei–Juli 2025. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pengukuran langsung di lapangan dan wawancara. Sampel terdiri atas 15 petani
dengan luas total 15 ha, lima kali ulangan panen, dan pengamatan pada tiga tingkat pengepul (kecil, sedang, dan besar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total losses di tingkat petani mencapai 26,36 kg/ha/rotasi atau 3,17%, yang terdiri atas
losses brondolan sebesar 3,14 kg/ha/rotasi (0,39%) dan losses TBS sebesar 23,23 kg/ha/rotasi (2,74%). Losses brondolan terbesar terjadi di piringan dan TPH, sedangkan losses TBS berasal dari TBS yang tertinggal di pokok dan di jalur panen.
Di tingkat pengepul, persentase losses cenderung menurun seiring meningkatnya skala usaha, yaitu 2,36% pada pengepul kecil, 1,39% pada pengepul sedang, dan 0,71% pada pengepul besar. Secara keseluruhan, persentase losses tertinggi terjadi
di tingkat petani, menunjukkan bahwa tahap produksi di kebun merupakan titik penting yan perlu diperhatikan dalam rantai pasok. Losses tersebut menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan baik bagi petani maupun pengepul, dan nilainya
meningkat seiring besarnya volume yang ditangani. Hasil ini menegaskan bahwa pengendalian losses perlu diprioritaskan pada perbaikan manajemen panen di tingkat petani serta peningkatan efisiensi penanganan pascapanen dan logistik di tingkat pengepul, khususnya pada skala kecil dan sedang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 23975; submit di JOM |
| Uncontrolled Keywords: | Kelapa sawit, Losses, Rantai Pasok. |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Frans Irvandi |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 06:27 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 06:27 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/5062 |
