Rahayu, Dimas Kurniawan (2026) EFEKTIVITAS PENGENDALIAN PENYAKIT BERCAK DAUN (CURVULARIA SP) PADA BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY. Skripsi thesis, INSTITUT PERTANIAN STIPER YOGYAKARTA.
SKRIPSI FULL_22413.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
BAB 1_22413.pdf
Download (83kB)
BAB 2_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
BAB 3_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
BAB 4_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (268kB)
BAB 5_22413.pdf
Download (9kB)
DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN_22413.pdf
Download (670kB)
LEMBAR PENGESAHAN_22413.pdf
Download (1MB)
COVER - INTISARI_22413.pdf
Download (2MB)
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT_22413.pdf
Download (1MB)
TURNITIN JURNAL_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (613kB)
TURNITIN SKRIPSI_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
AI DETECTOR SKRIPSI_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
AI DETECTOR JURNAL_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
LEMBAR PEMAKAIAN AI_22413.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Telaah Persetujuan Publikasi Artikel JOM INSTIPER_22413.pdf
Download (807kB)
Abstract
Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Curvularia sp. merupakan salah satu masalah penting pada pembibitan kelapa sawit, khususnya pada tahap main nursery karena dapat menurunkan kualitas bibit dan menghambat pertumbuhannya. Pengendalian penyakit diperlukan untuk menekan perkembangan patogen dan mempertahankan kondisi bibit yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi fungisida dan frekuensi penyemprotan, serta mengetahui pengaruh masing-masing faktor terhadap efektivitas pengendalian penyakit bercak daun akibat Curvularia sp. pada bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Oktober 2025 sampai Januari 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi fungisida Score 250 EC berbahan aktif difenokonazol yang terdiri atas kontrol, 1 ml/liter, dan 1,5 ml/liter, serta frekuensi penyemprotan setiap 6, 10, dan 14 hari. Terdapat sembilan kombinasi perlakuan dengan lima ulangan sehingga digunakan 45 bibit. Parameter yang diamati meliputi persentase dan intensitas serangan penyakit, gejala penyakit, pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan DMRT apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Score 250 EC efektif menekan penyakit bercak daun. Persentase serangan pada bibit bergejala ringan menurun dari 100% menjadi 33,33%, sedangkan pada bibit bergejala sedang menurun menjadi 46,67%. Intensitas serangan juga menurun pada perlakuan fungisida. Namun, konsentrasi, frekuensi penyemprotan, dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 22413; publikasi di agroforetech |
| Uncontrolled Keywords: | Curvularia sp., difenokonazol, fungisida Score 250 EC, kelapa sawit, main nursery. |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Dimas Kurniawan Rahayu |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:40 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:40 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/6863 |
