Sinaga, M Syafrial (2025) ANALISIS KINERJA PENGANGKUTAN TBS MENGGUNAKAN MEKANISASI CRAWLER AGROSTAR DAN MANUAL ANGKONG PADA PT.TH INDOPLANTATION’S KEPULAUAN RIAU. Tesis thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Fulltext_231449MMP.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Halaman Pengesahan_231449MMP.pdf
Download (129kB)
Cover-Intisari_231449MMP.pdf
Download (377kB)
BAB I_231449MMP.pdf
Download (145kB)
BAB II_231449MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (177kB) | Request a copy
BAB III_231449MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (144kB) | Request a copy
BAB IV_231449MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (575kB) | Request a copy
BAB V_231449MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9kB) | Request a copy
Dafpus-Lampiran_231449MMP.pdf
Download (609kB)
Turnitin_Tesis_231449MMP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (991kB) | Request a copy
SURAT PERNYATAAN ORIGINALITAS KARYA_231449MMP.pdf
Download (704kB)
2. TELAAH PERSETUJUAN PUBLIKASI ARTIKEL_M Syafrial.pdf
Download (138kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap efektivitas dan efisiensi pengangkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di PT. Tabung Haji Indo Plantation, Riau, dengan membandingkan metode mekanisasi menggunakan Crawler Agrostar dan metode manual menggunakan Angkong. Pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif diterapkan untuk mengukur dan membandingkan kinerja kedua metode berdasarkan parameter waktu pengangkutan, kapasitas angkut, dan biaya operasional. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi perusahaan, yang kemudian dianalisis. Variabel utama yang diukur mencakup waktu pengangkutan, kapasitas angkut, biaya operasional, dan efektivitas kerja. Analisis dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji beda (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Crawler Agrostar lebih unggul dalam hal kapasitas angkut rata-rata 445.9 kg/jam dibandingkan 237.3 kg/jam untuk Angkong, waktu tempuh, dan efektivitas kerja 93,1% dibandingkan angkong 74,5%. Dari sisi biaya, pengangkutan menggunakan Crawler Agrostar lebih ekonomis dengan biaya pengangkutan Rp18,67/kg dibandingkan Angkong sebesar Rp20,99/kg. Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode, dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0,074, t hitung = 3.484, dan t tabel = 12,693 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Karena t hitung > t tabel dan Sig. < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara metode mekanisasi dan manual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mekanisasi pengangkutan terbukti lebih efektif dan efisien, sehingga disarankan untuk diterapkan secara luas di perkebunan kelapa sawit.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | 231449MMP; Publish di Jurnal INSTIPER ( AE Innovation ) |
| Uncontrolled Keywords: | efektivitas kerja, efisiensi, mekanisasi Crawler Agrostar, manual Angkong |
| Subjects: | Program Studi Pascasarjana > Magister Manajemen Perkebunan |
| Divisions: | INSTIPER > Program Studi Pascasarjana > Magister Manajemen Perkebunan |
| Depositing User: | M. Syafrial Sinaga |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 08:28 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 08:28 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/3359 |
