Oktavia, Nur (2021) APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAA (Napthalene acetic acid) DAN IBA (Indole butiric acid) UNTUK MENGENDALIKAN LAYU BUAH MUDA (cherelle wilt) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.). Skripsi thesis, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
SKRIPSI FULLTEXT_19191.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
COVER-INTISARI_19191.pdf
Download (598kB)
LEMBAR PENGESAHAN_19191.pdf
Download (149kB)
BAB I_19191.pdf
Download (41kB)
BAB II_19191.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (32kB)
BAB III_19191.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
BAB IV_19191.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (631kB)
BAB V_19191.pdf
Download (56kB)
DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN_19191.pdf
Download (111kB)
PUBLIKASI_19191.pdf
Download (254kB)
SURAT KETERANGAN PUBLIKASI_19191.pdf
Download (205kB)
SURAT HAK KEPENULISAN (AUTHORSHIP)_19191.pdf
Download (1MB)
HASIL CEK PLAGIASI JURNAL(TURNITIN)_19191.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (706kB)
JURNAL ONLINE MAHASISWA_19191.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB)
BEBAS PUSTAKA_19191.pdf
Download (59kB)
SURAT TANDA TERIMA_19191.pdf
Download (57kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui efektifitas NAA dan IBA untuk meningkatkan pembentukan buah dan penurunan tingkat layu buah muda pada tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan dikebun kelompok tani sidodadi pada bulan Februari sampai bulan April 2021. Bertempat di Padukuhan Gumawang, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan one way anova. Hormon tumbuh tanaman yang digunakan terdiri dari 2 macam yaitu: NAA. (Napthalene acetic acid) dan IBA (Indole butiric acid). Perlakuaan yang dilakukan yaitu pemberian hormone NAA, IBA dan Tanpa hormone (Kontrol) dengan masing masing perlakuaan 3 ulangan perulangan Jadi, 3x3= 9 sampel pohon. Hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang nyata 5%. Data yang berbeda nyata diuji lanjut dengan DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukan Aplikasi NAA dan IBA tidak ada beda nya artinya tidak dapat menurunkan jumlah buah muda layu dan mempertahankan jumlah buah sehat. Pemberian zat pengatur tumbuh NAA memiliki rata-rata buah layu yang rendah di banding dengan perlakuan lain nya dan jumlah buah sehat yang lebih banyak. Aplikasi NAA dan IBA dengan konsentrasi 250 ppm kurang efektif untuk menurunkan layu buah (cherelle wilt).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | 19191; Tidak Publish |
| Uncontrolled Keywords: | Kakao, Layu Buah (cherelle wilt), NAA dan IBA |
| Subjects: | Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Divisions: | INSTIPER > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi |
| Depositing User: | Devita Rachma Santi |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 03:36 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 03:36 |
| URI: | https://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/4662 |
